APK Paslon Hasanah Dirusak, Nyumarno: Panwaslu Harus Tindaklanjuti Laporan

BANNER DIRUSAK: Banner Paslon Hasanah yang dirusak orang tak dikenal di Jalan Alun-alun Sukatani.

CIKARANG PUSAT – Gelaran Pilkada Jawa Barat 2018 mulai memanas, bahkan di Kabupaten Bekasi hingga terjadi pengrusakan Alat Peraga Kampanye (APK) salah satu pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur.

Padahal seluruh Pasangan Calon (Paslon) sedang adu program, visi dan misi yang disosialisasikan ke masyarakat, hingga blusukan pasangan calon ke masyarakat, adu argumen di sosmed, konsolidasi internal partai pengusung, serta konsolidasi relawan.

Menyikapinya, Nyumarno, Bendahara DPC PDI Perjuangan angkat bicara terhadap semakin panasnya perhelatan Pilkada Jabar di Kabupaten Bekasi. Saat dihubungi melalui telepon selularnya pada Selasa (6/3/2018), ia menyebutkan bahwa akhir-akhir ini persaingan perhelatan Pilkada Jabar di Kabupaten Bekasi sudah mulai ada yang tidak sportif.

Hal itu kata Nyumarno, terlihat pada beberapa kejadian pengrusakan terhadap gambar banner paslon dari KPU Kabupaten Bekasi yang pihaknya pasang. Selain informasi pengrusakan banner paslon dan hilangnya banner di beberapa wilayah Kabupaten/Kota di Jabar, kejadian seperti itu juga terjadi di Kabupaten Bekasi.

“Ada banyak banner hilang di beberapa Desa di daerah Cikarang Selatan, Cikarang Timur, Karangbahagia, Tambun Selatan, Sukatani, Cikarang Barat, Tambun Utara, Muaragembong dan Tarumajaya. Yang mana daerah-daerah tersebut adalah kantong-kantong suara pemenangan kami di Pilgub Jabar 2013 yang lalu,” beber Nyumarno.

Nyumarno menjelaskan, bahkan yang terakhir kejadian di Sukatani, banner Paslon Hasanah No.2 dirusak Orang Tak Dikenal (OTK) dan dilempari lumpur pada bagian gambar muka paslon kami. Banner ini terpasang di pinggir jalan raya, area tepatnya di depan Jalan Alun-alun Sukatani.

“Saya tidak tahu apakah ada yang sentimen, atau karena kekhawatiran dan ketakutan dari pendukung paslon lainnya. Namun demikian, saya menanggapinya dengan pemikiran politik yang dewasa. Guru politik saya bilang, kalau alat peraga kamu ada yang ganggu atau rusak artinya kamu sudah diperhitungkan orang,” ungkapnya.

Nyumarno pun berharap ke depan bisa lebih santun dalam berpolitik, dan mengimbau berhadap-hadapan dalam demokrasi politik santun.

“Hayu adu program, adu gagasan, adu kerja politik ke rakyat (pengaruhi dan galang suara masyarakat terhadap Paslon kita masing-masing). Mari kita jaga keamanan dan ketertiban penyelenggaraan Pilkada Jabar di Kabupaten Bekasi, dengan politik sehat dan santun serta beretika,” tegasnya.

Dan terakhir, papar dia, semoga para unsur penyelenggara Pilkada seperti Panwaslu bisa menindaklanjuti pelaporan pihaknya.

” Syukur-syukur KPUD setempat bisa mengganti banner kami yang dirusak orang. Kader kami ( Pengurus PAC Sukatani dan saksi-red) sudah melaporkan kejadian ini ke Panwaslu,” ujar Nyumarno mengakhiri perbincangan.(TIM)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*