TAMBUN SELATAN – Guna menekan perjudian sekaligus meningkatkan taraf perekonomian, sebuah Kontes Ayam Laga Bekasi (KOASI) non judi digelar di Kampung Pengairan, RW 02 Desa Tambun, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi.
Ada ratusan penggemar ayam jago dari berbagai daerah di Indonesia yang mengikutinya. Kontes ayam laga ini digelar guna menjalin silaturahmi antar peternak dan penghobby. Oleh karena itu, Sutrajaya atau Mbah Joyo sapaan akrabnya menjadi produk sponsor tunggal di acara KOASI.
Sekitar 200 peserta memadati tempat tersebut, maka dari itu kata Mbah Joyo bisnis yang digelutinya ini untuk mencari persaudaraan. Apa yang dikerjakannya selama ini, kata Mbah Joyo untuk mempersatukan para penghobi dan peternak ayam laga guna bersinergi.
“Semua ini kita lakukan guna membangun image masyarakat jangan sampai ada pemikiran bahwa kami penjudi tapi kami penghobi, alasan itu Mbah Joyo selalu mensupport kegiatan teman-teman di Nusantara,” kata Mbah Joyo saat diwawancarai Bekasi Ekspres, Minggu (18/3/2018).
Menurutnya, hasil penjualan dari produk Mbah Joyo bukan hanya untuk mensupport kegiatan acara kontes. Namun, disisihkan untuk para anak Yatim Piatu, dan kepada yang membutuhkan.
“Sehingga apa yang saya lakukan mempunyai nilai ibadah dan ada berkahnya untuk teman-teman, semua ini sudah saya lakukan sejak lama dan untuk menggalakkan teman-teman bahwasanya penghobi ayam itu ada,” terangnya.

Dua ekor ayam diadu, dalam arena lingkaran seluas dua meter dalam waktu 20 menit. Jalu ayam dibungkus menggunakan karet untuk menghindari ayam terluka parah.
“Tak ada penilaian terhadap kondisi ayam. Penilaian hanya didasarkan pada jumlah pukulan ayam. Pukulan standar memiliki poin 1 dan poin 2 untuk pukulan telak serta 5 untuk pukulan berefek,” ujar Achiel didampingi Rohbie, selaku Ketua Panitia Pelaksana, Minggu (18/3/2018).
Masih kata Robbie, ajang kontes adu ayam ini sebagai wadah para penghobi ayam. Event ini digelar dengan label non judi untuk menekan tingginya angka perjudian sabung ayam.
“Mereka adalah murni para penghobi yang benar benar tak ingin ada prkatek perjudian di dalam setiap kegiatan ayam aduannya. Selain itu, hal ini juga untuk mendongkrak perekonomian para peternak ayam,” terang Robbie.
Acara tersebut mendapat tanggapan positif dari pihak kepolisian. Pihak Kepala Desa dan RT/RW setempat pun memastikan bahwa acara tersebut bebas dari praktek perjudian.
Untuk diketahui, acara tersebut dihadiri oleh konsultan acara Iwan Rkf, Edo Semangu, Ketua RT/RW, Pihak Kepolisian Polsek Tambun, Kepala Desa Tambun.(GUN)
Leave a Reply