Komisi I Minta Penyertaan Modal PDAM TB Disertai Perbaikan Layanan

Yudhi Darmansyah

CIKARANG PUSAT – Komisi I DPRD Kabupaten Bekasi meminta rencana penyertaan modal bagi PDAM Tirta Bhagasasi disertai perbaikan layanan baik dari segi jumlah maupun mutu.

“Saat ini sedang dibahas di Pansus, Pansus yang menentukan besaran penyertaannya tapi yang jelas kudu diimbangi dengan peningkatan layanan PDAM kepada konsumen khususnya di Kabupaten Bekasi,” kata Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Bekasi, Yudhi Darmansyah, Senin (1/10).

Yudhi mengatakan pemerintah daerah kembali akan memberikan penyertaan modal kepada Perusahaan Daerah Air Minum Tirta Bhagasasi ( PDAM TB) dengan menggunakan alokasi dana dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) murni 2019 dengan tujuan utama melayani masyarakat Kabupaten Bekasi.

Sementara besaran nilai penyertaan menyesuaikan kemampuan daerah maka dari itu penyertaan modal ini direncanakan dilakukan secara bertahap selama beberapa tahun ke depan.

“Sedang digodok Pansus, kajian di naskah akademiknya menggunakan APBD 2019, kalau di draft Raperda kurang lebih 250 miliar. Itu kan baru rancangan nanti berapa yang akan disetujui masih dalam pembahasan, namun alokasinya wajib pembangunan infrastrukturnya di wilayah Kabupaten Bekasi,” jelasnya.

Rencananya penyertaan modal itu untuk membangun infrastruktur baru di sejumlah Kecamatan seperti Cikarang Selatan, Cibarusah, dan Bojongmangu.

“Jaringan permanen nantinya yang akan dirancang dan itu untuk mengatasi kekeringan di wilayah tersebut. Nah ketiga Kecamatan itu nantinya akan dipasang jaringan permanen PDAM,” katanya.

Ketua Badan Pembentukan Peraturan Daerah DPRD Kabupaten Bekasi Nurdin Muhidin mengatakan penyertaan modal PDAM Tirta Bhagasasi masuk dalam Raperda tambahan tahun 2018 bersama dengan penyertaan serupa untuk BJB.

Nurdin menjelaskan tahun 2016 lalu pemerintah daerah memberikan penyertaan modal sebesar Rp 65 miliar kepada PDAM terbesar se Jawa Barat itu untuk pemasangan instalasi air di sejumlah wilayah Kabupaten Bekasi serta pembangunan kantor baru di Tegal Danas.

“Kalau mereka meminta penyertaan lagi bisa-bisa saja tetapi kan harus diperhatikan juga dampak dari pekerjaan galian pipa ini, khususnya di wilayah selatan tepatnya jalan raya Cikarang-Cibarusah, tidak ada galian aja macet apalagi ada, serta yang tidak kalah penting itu pelayanannya, kualitas dan kecepatan air sampai ke rumah-rumah,” katanya.

Direktur Utama PDAM Tirta Bhagasasi Usep Rahman Salim mengatakan momentum ulang tahun yang ke 37 di kantor baru ini pihaknya terus melakukan perubahan agar pelayanan kepada pelanggan semakin optimal, salah satunya dengan merencanakan penambahan instalasi galian pipa melalui penyertaan modal tahun depan.

“Fokus utama kita adalah sambungan jaringan di seluruh Kecamatan yang ada di Kabupaten Bekasi. Dari 23 Kecamatan saat ini telah terealisasi di 19 Kecamatan, sisanya masih proses. Yang jelas PDAM hanya di hulu untuk pembangunan produksi, di pengantar untuk jaringan distribusi utama dan di hilir untuk retikulasi sambungan,” katanya.

Usep memastikan pelayanan konsumen tidak akan terganggu oleh proses pemisahan aset yang kini tengah diupayakan Pemerintah Kabupaten dan Kota Bekasi sebagai pemilik saham, sebab PDAM Tirta Bhagasasi ingin membangun kedua wilayah itu melalui jaringan air bersih sesuai anjuran 100 persen terlayani dari pemerintah pusat.

“Pemisahan aset sudah mulai dihitung, Insyaallah tidak lama lagi penghitungan konsultan independen selesai dan segera diberikan hasilnya kepada pemilik yang selanjutnya dibuat berita acara pemisahan aset setelah muncul nilai,” tandasnya.(TIM)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*