CIKARANG UTARA – Dinas Perindustrian (Disperin) Kabupaten Bekasi melalui Bidang Industri Kimia Agro Hasil Hutan menggelar kegiatan bertajuk “Pelatihan Teknologi Industri Hasil Hutan” di Hotel Grand Cikarang. Kegiatan diikuti dengan jumlah peserta sebanyak 40 orang.
Kepala Bidang Industri Kimia Agro Hasil Hutan, Yudia mengatakan bahwa kegiatan yang diadakan bertujuan untuk memberikan diversifikasi produk yang dihasilkan teman-teman Industri Kecil Menengah (IKM) yang diundang langsung dari Muaragembong dengan produk mangrove serta Bojongmangu dan Serangnbaru dengan produk bambu.
“Tujuan pelatihan ini agar bisa bersinergi dengan apa yang bisa dihasilkan langsung dari produk yang dibuat terutama produk dari Muaragembong, kemudian Serangbaru dan Cibarusahnya,” ungkap dia yang diwawancarai, Selasa (18/06/2019).
Beber Yudia, dalam kegiatan pelatihan ini ada beberapa narasumber yang diundang, diantaranya berasal dari Kementerian Perindustrian, lalu ada Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI, akademisi aktivis bambu. Sehingga kehadirannya dapat memberikan ilmu atau men-share pengalaman kepada teman-teman dari industri menengah siap mengaplikasikan di produk yang mereka buat.
Mengenai jumlah pelaku usaha hasil hutan yang ada di Kabupaten Bekasi, ungkapnya, bahwa pelaku ini tidak begitu banyak tersebar dan hanya ada di beberapa saja, diantaranya Muaragembong ada mangrovenya dan Serangbaru, Bojongmangu ada bambu, kemudian di Setu ada kayu.
“Kalau ditotal pelaku IKM industri hasil hutan yang ada di Kabupaten Bekasi ada sekitar 20-30 an industri yang bergerak di sana,” ungkapnya.
“Mudah-mudahan setelah adanya pelatihan ini, mereka bisa lebih terbuka bahwa produk ini bisa diversifikasi dan dapat dimanfaatkan lebih dari yang biasa mereka buat,” lanjutnya.
Yudia menambahkan para pelaku IKM hasil hutan industri sudah ada beberapa yang diikutsertakan dalam pameran yang di gelar di luar. Muaragembong sudah pernah ikut tetapi produknya makanan. Karena itu, sambung dia, untuk kerajinan tangan pihaknya tengah mencoba untuk dipamerkan, karena yang dipamerkan harus memakai quality kontrol yang bagus.
“Nanti akan kita usahakan produk mereka lebih layak, sehingga bisa dipamerkan dengan membawa nama Kabupaten Bekasi,” pungkasnya.(DEJ)
Leave a Reply