KPU RI Santuni Sepuluh Ahli Waris Petugas KPPS Kota Bekasi

SANTUNI AHLI WARIS: KPU RI santuni sepuluh ahli waris Petugas KPPS Kota Bekasi yang meninggal saat bertugas pada Pemilu 2019 lalu.

BEKASI TIMUR-Sepuluh ahli waris petugas Kelompok Penyelenggara Pemunggutan Suara (KPPS) Kota Bekasi yang meninggal dalam melaksanakan tugasnya pada pemilu 2019 lalu menerima santunan uang tunai sebesar Rp 36.000 000 dari KPU RI.Santunan diserahkan secara simbolis di kantor KPUD Kota Bekasi, Jalan Ir. H Juanda No.163, Margahayu, Bekasi Timur.

Penyerahan santunan diwakili oleh anggota Komisioner KPU RI, Ketua Bidang Teknik dan Logistik Ilham Saputra dengan didampingi Wakil Ketua Komisi II DPR RI dari fraksi Demokrat Herman Khaeron beserta Ketua KPUD Kota Bekasi Nurul Sumarheni.

Dikatakan Ilham, bantuan tersebut merupakan hasil kerjasama KPU RI dengan Pemerintah RI melalui Kemenkeu setelah melalui verifikasi untuk memberikan bantuan kepada petugas KPPS adhoc yang meninggal pada saat pelaksanaan Pemilu 2019.

“Sepuluh petugas KPPS Kota Bekasi yang sudah diverifikasi kita berikan uang sebesar Rp36 juta. Ini bagian dari kerjasama dengan Kemenkeu untuk memberikan santunan kepada ahli waris petugas yang wafat saat bekerja pada Pemilu 2019 lalu,” ujarnya di kantor KPUD Kota Bekasi, Jumat (12/07/2019).

Ia menjelaskan ada 14 orang petugas KPPS yang meninggal dunia di Kota Bekasi, tetapi setelah dievaluasi, KPU menetapkan hanya 10 orang yang diberikan santunan.

“Yang meninggal sebelum tanggal 10 kita berikan santunan, yang 4 orang mungkin tidak masuk kategori meninggal dalam tugas, tetapi tetap mendapat bantuan dari Pemerintah Kota dan KPUD Kota Bekasi,” terangnya.

Sedangkan untuk anggota Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) yang meninggal saat melaksanakan tugas pada Pemilu 2019, akan berada di bawah penanganan Bawaslu RI.

“Kalau anggota Panwas yang meninggal itu diurus oleh Bawaslu RI, kami hanya memberikan bantuan untuk petugas yang di bawah kami yaitu petugas KPPS,” ulasnya.

Selanjutnya ia juga menyampaikan informasi terkait penyebab meninggalnya petugas KPPS tatkala sedang bertugas pada Pemilu beberapa waktu lalu diakibatkan karena kelelahan dan bukan sebab diracun.

“Berdasarkan hasil riset dari beberapa lembaga Komnas HAM dan juga hasil riset dari UGM yang melibatkan Fakultas Kedokteran,Fakultas Psikologi sudah menyatakan bahwa tidak ada unsur yang meracuni, tetapi kebanyakan meninggal akibat kelelahan dalam menjalankan tugas,” tandasnya.

Disingung mengenai total anggaran keseluruhan yang digelontorkan, Ilham mengaku agak lupa, tetapi dirinya memastikan bagi yang sudah terverifikasi akan mendapatkan santunan.

“Prinsipnya yang sudah terverifikasi akan mendapatkan santunan dan totalnya kurang lebih 500 sekian, dan hingga saat ini kita masih terus melakukan verifikasi,” pungkasnya.(RAN)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*