BEKASI UTARA-Memperingati Hari Santri Nasional (HSN) yang jatuh pada tanggal 22 Oktober, Pondok Pesantren (Ponpes) Annur Bekasi utara menghelat upacara bendera dengan mewajibkan santrinya mengenakan setelan baju koko, peci dan kain sarung. Upacara berlangsung khidmat diakhiri dengan pelepasan balon ke udara sebagai simbol perjuangan para santri.
Dalam pidato sambutannya di hadapan ribuan santri peserta upacara, pengasuh Ponpes Annur Bekasi, KH.Mumtaz Muchtar, MA, menyatakan hari ini mengingatkan para ulama dan santri memiliki peranan penting atas kemerdekaan bangsa Indonesia, termasuk dalam peristiwa paling heroik arek-arek Suroboyo di bawah komando Bung Tomo atas semangat revolusi jihad KH. Hasyim Ashari.
“Kondisi sekarang ini kita berperang tidak dengan mengangkat senjata, tapi justru yang lebih berbahaya adalah menghadapi proxy war. Perkembangan media sosial yang begitu cepat, saat ini hampir setiap orang mengakses medsos. Belakangan kita ketahui kelompok-kelompok radikal menguasai wilayah ini, akan tetapi guru-guru dan ulama kita sekarang juga menyuruh kita merespon dengan cara-cara yang baik,” ujarnya di hadapan para santri peserta upacara.
Diungkapkan Ery Muttawali Pengasuh Ponpes Annur lainnya, untuk mengembangkan kreatifitas dan keahlian di bidang tekhnologi komputerisasi, Ponpes Annur memiliki Balai Pelatihan Kerja (BLK) yang sudah berdiri sejak tahun 2017, dan hingga tahun 2019 ini sudah memberikan sertifikat kelulusan kepada angkatan yang ke delapan belas.
“Di BLK ini sebenarnya kita dikasih pilihan, mau komputer, ada las, ada mesin otomotif, tetapi kita memilih komputer karena kita melihat ke depan digitalisasi komputerisasi ini benar-benar menjadi modal terbesar menghadapi era industri 4,0,” kata Ery Muttawali kepada awak media, Selasa (22/10/2019).
Menurutnya, tantangan tekhnologi ke depan itu sangat luar biasa, semua harus robotic,komputerisasi dan digitalisasi.
“Kalau Jepang sudah 5,0, kita masih 4,0, karena Jepang negara maju. Jadi kalau 5,0 itu sampai urusan rumah tangga sudah digitalisasi dan robotic. Kita masih 4,0, masih sebatas industri, perdagangan dan lain-lain,”bebernya.
Dijelaskan Ery, peserta BLK Annur merupakan alumni sekolah atau yang putus sekolah dari luar Ponpes Annur,namun mereka diberikan bimbingan untuk mengasah skill keahlian dan keterampilan di BLK Annur secara gratis.
“Jadi mereka bisa diberdayakan di sini, dikasih ilmu, diberi fasilitas makan juga, transport juga , seragam dan lain -lain,”tukasnya.
Seorang peserta BLK Annur Muhammad Suryadi mengungkapkan, selama dirinya mengikuti pelatihan kerja di Annur banyak pengetahuan baru yang ia dapatkan, terutama di bidang desain grafis.
“Saya banyak mendapat ilmu di BLK ini, untuk desain mulai dari photosop,corel draw, juga belajar edit video, belajar animasi, dan sebelumnya kita belajar microshop juga,” jelasnya.(RAN)
Leave a Reply