Himasda Unisma Ngecrek Galang Dana di Lampu Merah Bantu Korban Banjir Babelan

SERAHKAN BANTUAN: Himasda Unisma serahkan bantuan kepada korban banjir di Kampung Tambun, RT08/010, Desa Buni Bakti, Kecamatan Babelan, Rabu (08/01/2020) malam.

BABELAN- Bencana banjir di awal 2020 yang melumpuhkan sebagian besar wilayah Jakarta dan sekitarnya, hal itu menyita keprihatinan banyak pihak.

Wilayah yang terdampak banjir ini meliputi DKI Jakarta, Depok, Tangerang, Bogor, hingga Bekasi.

Meski intensitas hujan sudah berangsur menurun, namun beberapa daerah terdampak cuaca buruk masih terendam genangan air.

Berdasarkan data dari BNPB, setidaknya terdapat 169 titik banjir yang ada di Jabodetabek. Wilayah yang paling banyak terdampak berada di daerah Jakarta Selatan dan Bekasi.

Bukan hanya itu, diketahui hingga hari ini ternyata sebagian korban masih ada yang bertahan di lokasi pengungsian, lantaran belum bisa beraktifitas kembali di tempat tinggalnya.

Air banjir yang masuk ke dalam rumah warga merusak banyak perabotan rumah tangga, dan karena minimnya bantuan tenaga, hingga kini banyak korban yang rumahnya belum laik ditinggali kembali karena belum selesai diperbaiki.

Melihat bencana besar ini, Himpunan Mahasiwa PGSD Universitas Islam 45 Bekasi berupaya untuk meringankan beban para korban banjir dengan inisiatif melakukan galangan dana di beberapa titik lokasi keramaian di Kota Bekasi.

Sedikit berbeda dari galangan dana yang dilakukan oleh kelompok lain pada umumnya, cara yang digunakan terbilang cukup unik. Mereka melakukan galangan dana sambil bernyanyi (Ngecrek-red) di titik-titik lampu merah kota.

Galangan dana diikuti oleh 20 pengurus Himasda yang dibagi menyebar ke 3 titik lampu merah kota. Secara teknis mereka juga membagi porsi tugasnya, ada kelompok yang fokus bernyanyi dengan toak, sebagiannya lagi menggalang dana dengan berkeliling menggunakan kardus bertuliskan “Peduli Korban Banjir”.

“Galangan dana yang dilakukan sambil menyanyikan lagu-lagu kekinian di lampu merah, selain bermanfaat untuk para korban juga diharap bermanfaat sebagai hiburan bagi para pengendara yang melintas,” ungkap Nabila, Koordinator Kegiatan Peduli Banjir, dari Divisi Pengabdian Masyarakat Himasda Unisma.

Dijelaskan, hasil dari galangan dana dan penerimaan donasi berupa sembako, pakaian laik pakai, dan perlengkapan bayi yang dilakukan sejak Selasa (07/01/2020) kemarin, disalurkan langsung oleh pengurus Himasda ke lokasi pengungsian korban banjir, tepatnya di RT08/010 Kampung Tambun, Desa Buni Bakti, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi pada Rabu (08/01/2020) malam.

Bantuan diterima langsung oleh Pak Toso, selaku Ketua RT 08/010. Pak Toso merasa senang dan terharu dengan adanya bantuan ini, namun ia juga mengakui bahwa masih memerlukan bantuan.

“Di sini masih sangat memerlukan bantuan, kami sudah terkena banjir lebih dari seminggu,” beber Toso.

Saat penyaluran bantuan, genangan air di lokasi tersebut masih setinggi lutut orang dewasa, dan sekira 75 KK yang rumahnya masih terendam banjir.

Menyadari bahwa bantuan yang diberikan belum sepenuhnya bisa menyelesaikan derita bagi seluruh korban banjir, Ketua Himasda Unisma, Aziz Abdul Karim, bermaksud mengajak seluruh mahasiswa di Bekasi agar tetap kompak membantu dan mengawal para korban hingga dapat hidup laik di tempat tinggalnya kembali.

“Semoga kita dapat membantu hingga tuntas, harapannya hingga para korban benar-benar bisa hidup laik, dan beraktifitas di tempat tinggal seperti biasanya lagi,”ujarnya mengakhiri.(TIM)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*