Artikel oleh: Nabila Putri Andiana dan Rima Rikmasari
BEKASI TIMUR – Dunia, khususnya Indonesia saat ini sedang disibukan dengan munculnya virus Corona (Covid-19). Virus ini dapat menyebar melalui sistem pernafasan manusia. Sudah banyak warga di dunia yang sudah terinfeksi virus tersebut, di Indonesia pun sendiri sudah sebagian warganya yang terkena virus itu.
Berbagai upaya telah dilakukan pemerintah untuk memutus mata rantai penyebaran virus corona ini, diantaranya adalah dengan mengeluarkan PP Nomor 21 tahun 2020 tentang Pembatasan Sosial Berskala Besar, dalam rangka percepatan penanganan Covid-19 yang berakibat pada pembatasan berbagai aktivitas salah satunya sekolah.
Sementara itu aktivitas belajar dari rumah secara resmi dikeluarkan melalui surat edaran Mendikbud tentang pembelajaran secara daring dan bekerja dari rumah dalam rangka pencegahan penyebaran virus Covid-19.
Kebijakan ini memaksa guru dan murid untuk tetap belajar dan bekerja dari rumah, dari jenjang PAUD sampai perguruan tinggi. Kebijakan ini tentunya tidak hanya berdampak pada intensitas pertemuan guru dengan murid, namun juga pentingnya optimalisasi peran orang tua dalam pelaksanaan belajar daring.
Dalam kondisi pandemi Covid-19 seperti sekarang ini, peran orang tua sangatlah penting dalam proses belajar anak. Begitupun peran orang tua dalam memahami dan menangani anak yang masih usia dini yang belum mengerti dan paham tentang pentingnya protokol kesehatan sebagai bentuk pencegahan penyebaran virus Covid-19.
Orang tua akan dituntut untuk terus meningkatkan minat anak dalam belajar di masa pandemi seperti saat ini.

Kegiatan pembagian masker dan vitamin
Kampus Universitas Islam ‘45’ Bekasi turut terlibat dalam penanaman edukasi dan sosialisasi dampak pandemic Covid-19. Program edukasi yang diberikan berupa pelatihan dengan target sasaran warga masyarakat RT 11 Mustika Grande.Dengan judul “Edukasi Tentang Bagaimana Memahami dan Menangani Anak Usia Dini Serta Cara Meningkatkan Minat Anak Dalam Belajar, Juga Pentingnya Mematuhi Protokol Kesehatan di Masa Pandemi”.
Sasaran dari kegiatan saya kali ini adalah ibu-ibu warga RT 11 Mustika Grande dengan metode webinar, yang menggunakan fasilitas aplikasi zoom, guna memberikan edukasi dan pelatihan secara online kepada masyarakat Mustika Grande, khususnya ibu-ibu RT011.
Di kegiatan pertama, selain pemberian pelatihan edukasi, kampus Unisma Bekasi juga melakukan penyuluhan terkait pentingnya menjaga protokol kesehatan. Di masa pandemi Covid-19 sekarang ini dari kita banyak yang telah merasakan kejenuhan, tentunya karena keterbatasan yang harus kita lakukan dalam bentuk menaati protokol kesehatan.
Hal ini membuat kegiatan sehari-hari menjadi jauh berbeda dibandingkan pada hari-hari sebelum pandemi Covid-19. Dimana kita harus menjaga jarak dan menghindari kerumunan, juga berbagai aturan seperti mencuci tangan, menggunakan masker ketika keluar rumah, dan sebagainya yang telah berjalan hampir 1 tahun lamanya.
Kejenuhan ini mengakibatkan beberapa masyarakat tidak lagi perduli mengenai virus Covid-19, dan acuh terhadap protokol kesehatan yang telah disosialisasikan oleh pemerintah Indonesia. Dari data yang didapat, total pasien positif Covid-19 mengalami pertambahan jumlah, yang pada tanggal 1 Maret 2021 sebanyak 1.334.634 menjadi 1.347.026 ditanggal 2 Maret. Oleh sebab itu pentingnya kesadaran diri untuk mematuhi protokol kesehatan, tidak hanya untuk keselamatan diri sendiri, tapi juga untuk keselamatan orang lain. Serta kegiatan pembagian masker dan vitamin kepada warga yang dilakukan dari rumah ke rumah.
Kegiatan kedua berupa edukasi tentang cara menangani dan memahami anak usia dini dengan tema “Menjadi keluarga yang kuat (strong family)”.
Dampak yang timbul dari pandemi sampai saat ini begitu banyak, baik dari finansial maupun mental. Membuat masyarakat khususnya bagi mereka yang telah berumah tangga, mengalami krisis dan kesulitan yang luar biasa, hal ini bisa menyebabkan hubungan antar keluarga menjadi renggang jika tidak diatasi dengan benar.
Anak-anak tidak luput menjadi korban, baik berkurangnya waktu bermain dengan orang tuanya ataupun berkurangnya perhatian orang tua terhadapnya. Ini menyebabkan anak-anak jauh dari orang tuanya dan sulit untuk menerima aturan yang telah dibuat oleh orang tuanya.
Pentingnya meningkatkan kekuatan keluarga di masa pandemi saat ini, tidak hanya menambah kedekatan antara anak dan orang tua, tapi juga bisa saling memotivasi yang mampu menjaga kesehatan mental masing masing anggota keluarga. Pengaruh mental begitu besar dalam sebuah keluarga, khususnya peran orang tua penting sekali dalam pendidikan mental karakter anak serta budi pekerti anak.
Oleh sebab itu, seharusnya orang tua dapat menjadikan realitas masa sekarang sebagai titik tolak dan metode pembelajaran bagi anak. Dengan demikian baik orang tua dengan anak ataupun anak dengan orang tuanya tidak ada lagi pembatas atau jarak, orang tua dapat dengan mudah memberikan pemahaman dan anak-anak dapat dengan mudah menaati peraturan yang telah dibuat oleh kedua orang tuanya.
Kegiatan ketiga berupa pelatihan mengenai cara meningkatkan minat anak dalam belajar di masa pandemi. Kejenuhan tidak hanya dirasakan orang tua, tapi juga anak-anak. Dari berbagai sumber data yang diperoleh dari survei penilaian cepat yang dilakukan oleh satgas COVID-19 (BNPB 2020), menunjukkan bahwa 47% anak Indonesia merasa bosan di rumah. Sementara itu, 35% merasa khawatir ketinggalan pelajaran, 15% anak merasa tidak aman, 20% anak merindukan teman- temannya dan 10% anak merasa khawatir tentang kondisi ekonomi keluarga.
Pandemi Covid-19 membuat kegiatan belajar mengajar masih harus dilakukan dari rumah, hal ini membuat anak-anak jenuh untuk belajar di rumah. Dengan kebosanannya anak lebih sering bermain gadget ataupun bermain keluar bersama teman-temannya dan menghilangnya minat anak dalam belajar di masa pendemi saat ini. Kebosanan yang dirasakan anak-anak dapat membuat mereka akan mudah untuk marah dan bisa membuat mental anak melemah.
Disini lah peranan keluarga khususnya orang tua sangat dibutuhkan, melalui lingkungan keluarga ataupun orang tua bisa membentuk otak dan mental anak menjadi lebih kuat atau lemah. Orang tua memiliki kewajiban untuk menciptakan lingkungan rumah yang nyaman dan aman bagi anak-anak, terutama untuk meningkatkan minat belajar anak khususnya di masa pandemi saat ini.
Orang tua harus lebih kreatif dalam meciptakan suasana belajar yang menyenangkan, bisa dengan membuat media pembelajaran yang menarik dan mudah difahami oleh anak-anak usianya.
Leave a Reply