BABELAN-Meski marak diberitakan media lantaran perbaikan Jalan Babelan diduga dikerjakan tidak sesuai Rencana Anggaran Biaya (RAB), nampaknya Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Bekasi tidak jua melakukan langkah – langkah pencegahan dan pemberian sanksi agar oknum kontraktor jera.
Seperti Peningkatan Jalan Batas Kota Bekasi – Pangkalan Babelan, Kecamatan Babelan Paket 44. Proyek perbaikan jalan yang dianggarkan dari APBD Kabupaten Bekasi Tahun 2019 ini, menelan uang rakyat hingga ratusan juta rupiah. Namun pada pelaksanaannya, diketahui banyak penyimpangan seperti mengurangi ketebalan beton hingga pembesian.
Hal ini diungkap Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Kecamatan Babelan, Fadryanto Jusda. Menurutnya, pengawasan yang dilakukan Dinas PUPR Kabupaten Bekasi dinilai sia-sia. Bahkan dirinya menduga ada pembiaran dan main mata antara Dinas PUPR, konsultan dengan oknum kontraktor.
“Kalau tidak ada kongkalikong merampok uang rakyat dari proyek infrastruktur, harusnya Dinas PUPR melakulan pencegahan dan mensiasati agar oknum kontraktor tidak berani mengurangi volume beton maupun besi,” cetus Fadryanto saat ditemui bekasiekspres di Kantor Sekretariat LPM Kecamatan Babelan, Kamis (12/12/2019).
Ada atau tidaknya pengawas dan konsultan di lokasi saat berlangsung kegiatan, sambungnya, tidak pengaruhi aksi curang kontraktor. Alhasil, meski baru selesai dikerjakan, Jalan Babelan sudah kembali rusak. Ia juga menyinggung bahwa puluhan paket kegiatan perbaikan Jalan Babelan sudah diperiksa Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Republik Indonesia Perwakilan Jawa Barat. Namun, hasil pemeriksaan BPK seolah jadi rahasia negara yang sangat sulit masyarakat ketahui.
“Kalau dinas dan kontraktor sudah kongkalikong, ditambah pula pemeriksaan BPK cuma formalitas aja, maka slogan Bekasi Bersih mustahil terwujud,” tandasnya.
Sementara, konsultan kegiatan, Imam mengaku bahwa pengerjaan Paket 44 tidak sesuai RAB. Ia sudah melakukan peneguran dan mengarahkan pelaksana kegiatan agar dikerjakan sesuai RAB tetapi tidak digubris.
“Saya sudah tegur dan kasih arahan tapi tetap aja besinya gak diganti dan pasangan wiremesh-nya juga salah,” terang Imam. (FER)
Leave a Reply