CIKARANG PUSAT – Pandemi Covid-19 memberikan dampak yang luar biasa, terutama terhadap pelaku kesenian yang harus kehilangan job dari berlakunya larangan manggung.
Ketua Dewan Keseninan Kabupaten Bekasi (DKKB), Ir. Iswandi Ichsan angkat bicara soal pelaku kesenian di Kabupaten Bekasi yang mengharapkan peran Bupati Bekasi untuk hadir dalam memberikan dukungan ketika sedang terpuruk seperti saat ini.
“Hari ini seniman salah satu bagian yang terdampak akibat Covid-19, sudah empat bulan tidak bisa beraktivitas. Kita hanya ingin sampaikan aspirasi saja, dan kita berharap pa Eka setelah menjadi bupati menjadi milik semua, bukan milik segelintir orang atau milik golongan semata,”ungkap dia yang diwawancarai, Senin (20/07/2020).
Menurut dia, seniman salah satu yang terdampak dengan masalah Covid-19, dimana tidak bisa melakukan aktivitasnya. Teman-teman yang tergabung di DKKB untuk dangdut saja mencapai 350 group, tradisional di atas 100 group. Untungnya pelaku DKKB ini dibantu oleh bantuan presiden sebanyak 1700 KK dan itu merupakan jumlah yang tidak sedikit.
“Ketika kebijakan ini diperpanjang terus menerus membuat kami semakin bingung, sementara tuntutan perut terus berjalan. Kita sendiri sudah empat kali berkomunikasi ke Jubir Covid-19, dimana ketua gugus tugas adalah Bupati Bekasi yang merupakan pengambil kebijakan penuh, dan kita pun sudah bersurat namun sampai saat ini belum ada jawaban,”kata dia.
Tanggal 24 kemarin kita berkirim surat ke beliau (Bupati Bekasi-red), yang mana tembusannya ke DPRD dan teman-teman Disbudpora Kabupaten Bekasi, malah yang ditembusin ngundang kita yakni DPRD dan ini malah terbalik,”sambung dia.
Kemarin itu, kata dia, hadir 14 anggota DPRD dari tiap komisi yang tergabung dalam masalah Covid-19 dan ada pula dari pihak kepolisian. Sejak surat dikirim dari tanggal 24 Juni hingga 20 Juli 2020, DKKB belum menerima jawaban atau balasan dari Bupati Bekasi.
“Surat pertama kita kirim belum dijawab, dan sekarang kita kirim lagi surat yang kedua ditujukan ke Bupati Bekasi. Ini merupakan kegentingan yang sekarang sedang dialami DKKB. Kalau hal ini kita lepas, khawatir akan menimbulkan gejolak di kita, karena bisa dibayangkan bagaimana dengan kondisi empat bulan tanpa ada penghasilan,”pungkas dia.(DEJ)
Leave a Reply