BEKASI TIMUR – Kisruh pengadaan meubelair tahun 2021 senilai Rp30 miliar berkepanjangan. Sebagian masyarakat protes karena tidak memiliki urgensi di tengah pandemi Covid-19. Menanggapi hal itu, Nicodemus Godjang, anggota DPRD Kota Bekasi Fraksi PDI Perjuangan angkat bicara.
Dirinya pun mendukung protes dari beberapa lapisan masyarakat untuk tidak menyerap pengadaan meubelair sebesar Rp30 M itu.
“Pengadaan yang tidak urgensi harus dipending. Masih banyak kebutuhan lain untuk masyarakat. Apalagi anggarannya lumayan besar. Bisa digunakan untuk kepentingan lain di masyarakat,” tegasnya.
Nico mendesak dinas terkait, yakni Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bekasi untuk membatalkan rencana belanja meubelair tahun 2021. Jika tidak, lanjut dia, akan menjadi persoalan ke depan, karena belum ada belajar tatap muka.
“Anggaran perubahan 2020 lalu kan sudah ada, sudah dibelanjakan juga, nilainya hampir sama. Nah, tahun ini harusnya dipending sampai ada proses belajar tatap muka. Jadi, sekali lagi, wajib dipending atau tidak diserap karena kebutuhan lain untuk masyarakat masih banyak,” ucapnya sembari mewanti-wanti pelaksanaan belanja meubelair tidak diserap.(ZAL)
Leave a Reply