BANDUNG – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membuka cluster 2 dengan memanggil saksi – saksi. Langkah ini diambil pasca Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Bandung menjatuhkan putusan terhadap tiga terdakwa, yakni Sarjan (kontraktor), Ade Kuswara Kunang (eks Bupati Bekasi), serta HM Kunang.
Saksi yang dipanggil berasal dari berbagai kalangan, mulai dari pejabat daerah, mantan calon Bupati Bekasi, anggota dan mantan DPRD, serta beberapa Kepala Dinas, hingga Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM).
Salah satu saksi yang memenuhi undangan penyidik di Gedung Balai Bahasa No 11 Kota Bandung pada Jumat, 25 September 2026, adalah Ketua Umum LSM Triga Nusantara (LSM Trinusa), H. Rahmat Gunasin, yang akrab disapa H. Boksu.
Boksu membenarkan bahwa kehadirannya adalah untuk memberikan keterangan sebagai saksi.
“Alhamdulillah, saya dipanggil penyidik KPK untuk menerangkan salah satu sosok pejabat di lingkungan Pemkab Bekasi, serta sejauh mana keterkaitan dan pengenalan saya dengan pihak-pihak yang terlibat dalam pusaran kasus ijon dan pokir (pokok pikiran) Dewan,” terang Boksu kepada Bekasi Ekspres, Jumat (25/09/2026).
Boksu menjelaskan, materi pertanyaan yang diajukan oleh Tim Penyidik KPK berfokus pada aliran serta pusaran kasus ijon proyek dan dana Pokir Dewan yang melibatkan jajaran kepala dinas serta anggota legislatif.
Dalam kesempatan tersebut, Boksu mengungkapkan fakta mengejutkan mengenai adanya istilah mafia anggaran di Kabupaten Bekasi.
“Berdasarkan jalannya pemeriksaan, pihak penyidik mengindikasikan adanya aktor-aktor kuat yang menguasai proyek daerah,” ungkap Boksu.
Dalam pemeriksaan, dikatakan Boksu, Penyidik KPK menyebut adanya fenomena “Mafia Ijon” dan “Dewa Ijon” di Kabupaten Bekasi. Oknum-oknum tersebut diduga kuat mengendalikan proyek-proyek di berbagai dinas serta program Pokir Dewan.
Boksu pun menegaskan pentingnya pengawasan ketat dari seluruh elemen masyarakat untuk membersihkan Kabupaten Bekasi dari praktik rasuah.
“Maka dari itu, Bekasi harus dijaga dan dirawat bersama, karena nyata adanya ancaman dari Mafia Ijon, Dewa Ijon, hingga Dewa Pokir Dewan ini,” tandasnya. (ROS).
Leave a Reply