CIKARANG PUSAT – Ketua DPW PPP Jawa Barat dorong kader terbaik Sarif Marhaendi sebagai calon wakil Bupati Kabupaten Bekasi, saat acara gelar pelantikan pengurus Dewan Pimpinan Cabang (DPC) masa bakti 2026–2031, di Aula RM Cendolan, Desa Tamansari, Kecamatan Setu, Kabupaten Bekasi. Sabtu (17/10/2026).
Kegiatan tersebut dirangkaikan dengan Musyawarah Anak Cabang (Musancab) PPP se-Kabupaten Bekasi.
Pelantikan ini menjadi momentum bagi kepengurusan baru untuk memperkuat konsolidasi partai, memperluas komunikasi dengan masyarakat, serta meningkatkan peran PPP dalam dinamika politik dan pembangunan di Kabupaten Bekasi.
Dalam keterangannya, ketua PPP Jawa Barat Uu Rushanul Ulum menegaskan bahwa pelantikan pengurus tidak sekadar memenuhi ketentuan organisasi yang tertuang dalam anggaran dasar dan anggaran rumah tangga (AD/ART), tetapi juga menjadi langkah awal untuk membesarkan partai di tengah karakter masyarakat Kabupaten Bekasi yang semakin urban dan heterogen.
Menurutnya, pengurus baru harus mampu membangun silaturahmi, menjalin komunikasi dengan berbagai kalangan, serta menyelenggarakan kegiatan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Yang kami harapkan lebih khusus, pengurus yang hari ini dilantik mampu membesarkan PPP di Kabupaten Bekasi. Masyarakat Bekasi merupakan masyarakat urban yang memiliki karakter berbeda dengan daerah lain. Karena itu, penting untuk terus bergerak, bersilaturahmi, membangun komunikasi, dan mengadakan kegiatan-kegiatan,” ujarnya.
Selain konsolidasi internal, PPP juga menyoroti dinamika politik menjelang penentuan kepemimpinan daerah. Partai tersebut menilai momentum politik perlu dimanfaatkan untuk membangun komunikasi dengan partai-partai lain di DPRD Kabupaten Bekasi.
Masih menurutnya, keberhasilan dalam kontestasi politik tidak semata-mata ditentukan oleh popularitas maupun kekuatan finansial, tetapi juga oleh kemampuan membaca momentum, membangun kerja sama, serta memperoleh kepercayaan dari berbagai pihak.
Ia menyebut PPP telah menjalin komunikasi dengan sejumlah partai politik untuk membicarakan perkembangan politik di Kabupaten Bekasi, termasuk kemungkinan dukungan terhadap figur yang dinilai memiliki kapasitas memimpin daerah.
“Dalam politik, momentum menjadi hal penting. Kami sudah membangun komunikasi dengan partai politik lain yang ada di DPRD Kabupaten Bekasi. Yang terpenting, calon pemimpin harus memiliki kesamaan visi, berjiwa baik, dan mampu berkomunikasi,” katanya.
Terkait peluang PPP mengambil peran dalam dinamika pengisian jabatan kepala daerah maupun posisi strategis lainnya, ia menegaskan bahwa partainya akan mempertimbangkan berbagai aspek, terutama kapasitas calon pemimpin dan manfaat kepemimpinannya bagi masyarakat.
“Saya dengan tegas mendorong Sarif Marhaendi sebagai kader terbaik PPP untuk maju sebagai calon Wakil Bupati Bekasi, saya meminta doa dan dukungan dari para tokoh serta masyarakat agar langkah politik yang sedang dibangun dapat berjalan baik,”ungkapnya.
Dikatakan, tujuan utama keterlibatan PPP dalam proses politik bukan semata-mata memperoleh posisi, melainkan mendorong lahirnya kepemimpinan yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat dan mendukung pembangunan Kabupaten Bekasi.
Dirinya berharap dengan kepengurusan baru periode 2026–2031, PPP Kabupaten Bekasi semakin solid dalam menjalankan agenda organisasi, memperkuat basis dukungan masyarakat, serta berkontribusi dalam dinamika pembangunan dan politik daerah.
Menanggapi adanya dorongan dari ketua DPW PPP Jawa Barat untuk siap maju sebagai calon Wakil Bupati Kabupaten Bekasi, Ketua DPC PPP Kabupaten Bekasi Sarif Marhaendi menyatakan sikap siap maju untuk mencalonkan diri sebagai calon wakil bupati.
“Saya siap dengan segala risiko apabila mendapat penugasan resmi dari struktur partai di tingkat wilayah untuk maju sebagai calon Wakil Bupati,” ucap Sarif.
Ia menegaskan bahwa pencalonan bukan semata-mata keputusan pribadi, melainkan harus melalui pertimbangan dan mekanisme organisasi partai.
“Ketika nanti DPW memanggil saya dan memerintahkan saya untuk menjadi calon Wakil Bupati, saya akan siap. Ini bagian dari tugas partai dan tentu ada risikonya,” terangnya.
Pernyataan tersebut menunjukkan adanya kesiapan untuk mengikuti proses politik apabila partai memberikan mandat. Namun, hingga saat ini belum ada keputusan resmi mengenai nama yang akan diusulkan PPP untuk mengisi posisi Wakil Bupati Bekasi.
Ke depan, dinamika politik pengisian jabatan tersebut diperkirakan akan bergantung pada komunikasi antarpartai, hasil musyawarah koalisi, serta pemenuhan seluruh persyaratan sesuai ketentuan yang berlaku.
Menurutnya hingga saat ini belum ada agenda resmi musyawarah koalisi untuk membahas pengisian jabatan Wakil Bupati Bekasi. Meski demikian, komunikasi informal antarpartai disebut telah berlangsung.
“Kalau obrolan-obrolan di warung kopi, komunikasi itu sudah terbangun. Namun, itu bukan menjadi patokan. Patokannya tetap musyawarah atau rapat koalisi kemenangan Pilkada kemarin,” candaan Sarif saat diwawancarai.
Setiap partai politik memiliki hak untuk melihat peluang dan menyampaikan aspirasi politik. Akan tetapi, proses tersebut tetap harus mengedepankan etika politik serta mengikuti aturan dan mekanisme yang berlaku.
Ia menegaskan, pembahasan mengenai calon Wakil Bupati Bekasi perlu dilakukan melalui forum resmi koalisi agar keputusan yang dihasilkan memiliki kesepahaman bersama.
Terkait komunikasi dengan partai lain, ia mengungkapkan bahwa pembicaraan informal telah dilakukan, termasuk dengan sejumlah unsur partai politik yang memiliki keterkaitan dalam dinamika politik daerah.
Meski demikian, ia mengingatkan bahwa komunikasi informal tidak dapat dimaknai sebagai dukungan resmi terhadap calon tertentu. Sikap masing-masing partai masih perlu dibahas dan dipastikan melalui mekanisme internal serta forum koalisi.
“Proses pengisian jabatan Wakil Bupati Bekasi membutuhkan kesepakatan politik yang solid. Ia juga menyinggung perlunya kesamaan usulan dari partai-partai koalisi, meskipun mekanisme dan ketentuan resminya tetap harus mengacu pada peraturan perundang-undangan yang berlaku,” tandasnya.
Ketika ditanya mengenai kemungkinan dirinya maju sebagai calon Wakil Bupati Bekasi, Sarif menyatakan siap apabila mendapat penugasan resmi dari struktur partai di tingkat wilayah.
Ia menegaskan bahwa pencalonan bukan semata-mata keputusan pribadi, melainkan harus melalui pertimbangan dan mekanisme organisasi partai.
“Ketika nanti DPW memanggil dan memerintahkan saya untuk menjadi calon wakil bupati, saya akan siap. Ini bagian dari tugas partai dan tentu ada risikonya,” katanya.(ROS)
Leave a Reply