CIKARANG PUSAT – Puluhan perwakilan massa dari Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI) dan Patriot Pejuang Islam Bekasi (PPIB) melakukan mediasi dengan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bekasi, membahas kepastian kelanjutan pembangunan Islamic Center Kabupaten Bekasi.
“Sampai tahun lalu, pemerintah daerah belum bisa anggarkan pembangunan kelanjutan Islamic Center karena masih menunggu inkrah (kepastian hukum). Memang sekarang sudah inkrah, tahun depan kita akan dorong untuk melanjutkan pembangunannya,” kata anggota DPRD Kabupaten Bekasi, Samsul Falah, Senin (2/4).
Pihaknya mengaku sudah mengusulkan kepada eksekutif agar segera melakukan pembangunan pada gedung umat islam yang kini mangkrak tersebut.
“Kalau nantinya tidak dapat difungsikan sebagai Islamic Center, kemungkinan akan dirubah menjadi rumah sakit atau fasilitas sosial, itu usulan kita kemarin,” ujarnya.
Menurutnya, pembahasan anggaran di DPRD melewati sejumlah proses terlebih dahulu, terlebih saat itu ada perintah Kejaksaan Tinggi Jawa Barat untuk tidak melanjutkan proses pembangunannya, dikarenakan masih menjadi barang bukti penegak hukum.
“Kita pun berharap ini segera dianggarkan, kalau sudah ada kepastian diperbolehkannya melanjutkan pembangunan gedung itu,” terangnya.
Tokoh pemuda islam Bekasi, Awang menyatakan pihaknya tidak ingin masuk ke ranah hukum, hanya meminta kepastian pembangunan gedung.
“Bukan diganti menjadi bangunan lain, kita inginnya pembangunan Islamic Center dilanjutkan, seperti cita-cita awal,” ucapnya.
Dia berharap wakil rakyat dapat menjadi penghubung aspirasi pihaknya untuk kemudian dibahas kembali di badan anggaran DPRD Kabupaten Bekasi.
“Mohon kepada wakil rakyat untuk mendorong kelanjutan pembangunan gedung ini, baik lewat pembahasan internal dewan maupun rapat bersama pihak eksekutif,” tandasnya.(ONE)
Leave a Reply