TAMBUN SELATAN – Bencana gempa dan tsunami yang menimpa warga Kota Palu dan Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah, membawa keprihatinan masyarakat Bekasi. Bahkan, dalam membantu meringankan beban para korban bencana di Sulawesi Tengah tersebut, Desa Lambangsari, Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, melakukan aksi penggalangan dana dan mendirikan posko bantuan bencana.
Sejumlah elemen Desa Lambangsari, seperti karang taruna, pengrus RW dan RT dan elemen masyarakat lainnya, seperti Srikandi Lambangsari Bergerak yang berisi para ibu-ibu masyarakat Lambangsari juga turut bahu membahu mengumpulkan dana dari warga di wilayah Desa Lambangsari. Selain berkeliling kampung guna menerima sumbangan dari para donatur, baik dalam bentuk uang maupun barang. Posko-posko penerima bantuan juga disiapkan di beberapa tempat-tempat strategis dan kantor Desa Lambangsari untuk memudahkan warga menyalurkan bantuan.
“Hari ini dengan memaksimalkan karang taruna dan elemen masyarakat lainnya, kami memulai pendirian posko. Dan sejak Rabu kemarin, penggalangan dana juga sudah berjalan, dan alhamdulillah dalam sehari saja sudah terkumpul hampir Rp. 6 juta lebih. Tidak hanya uang, masyarakat juga sudah banyak menyumbangkan pakaian layak pakai dan makanan cepat saji,”ujar Pipit Haryanti, Kepala Desa (Kades) Lambangsari, saat melihat langsung penggalangan dana di salah satu Posko Bantuan Bencana Palu-Donggala di Jalan Raya Desa Lambangsari, Tambun Selatan, pada Jumat (5/10/2018).
Dijelaskan Kades akrab disapa Pipit, penggalangan dana dan bantuan bencana akan dilakukan selama 2 minggu kedepan dan akan langsung disalurkan melalui instansi terkait kepada korban bencana alam di Sulawesi Tengah tersebut.
“Bantuan akan kami titipkan kepada Palang Merah Indonesia (PMI) ataupun Kementrian Sosial (Kemensos). Dan alhamdulillah, respon masyarakat sangat antusias untuk memberikan bantuan. Bahkan dari pihak RS Hermina yang ada dilokasi desa kami, mereka siap menyumbang bantuan obat. Kami harap, lembanga-lembaga lain mapun tempat-tempat usaha yang ada diwilayah kami bisa turut berperan juga untuk menyumbang agar bisa lebih membantu korban bencana di Kota Palu dan Kabupaten Donggala Sulawesi Tengah,”beber Kades yang baru seminggu dilantik ini.
Hingga berita ini diurunkan, aksi penggalangan dana “Lambangsari Peduli Palu-Donggala” yang dilakukan oleh berbagai elemen masyarakat masih terus berlanjut. Tidak hanya keliling kampung, penggalangan dana juga dilakukan di Jalan Raya untuk menggerakan kepedulian sosial para pengguna jalan di wilayah desa Lambangsari.
Seperti diberitakan, Kota Palu, Sulawesi Tengah, dan sekitarnya sempat diguncang gempa bermagnitudo 7,4 SR pada 24 September 2018 pukul 18.22 WITA. Gempa yang diiringi gelombang laut atau tsunami setinggi 3 meter itu telah menghancurkan seluruh kawasan pemukiman warga. Pada peristiwa dahsyat itu juga dikabarkan lebih dari 1.300 orang kehilangan nyawa dan ratusan orang lain mengalami luka berat dan ringan. (RIF)
Leave a Reply