BEKASI TIMUR-Maraknya kecelakaan lalulintas yang melibatkan kendaraan pribadi dan mobil angkutan umum hingga mengakibatkan jatuhnya korban jiwa belakangan ini, menarik perhatian Organda Kota Bekasi untuk meninjau secara langsung UPTD KIR Dinas Perhubungan Kota Bekasi yang berlokasi di samping Kantor Samsat Bulak Kapal, Bekasi Timur.
“Kita melakukan sidak untuk mengetahui sejauh mana pelayanan kepada masyarakat terkait dengan pengujian kelayakan kendaraan bermotor,” ujar Ahmad Juaini, Ketua DPC Organda Kota Bekasi kepada awak media Rabu (04/09/2019).
Menurutnya, belakangan ini kecelakaan lalu lintas yang melibatkan mobil pribadi dan angkutan umum banyak terjadi, beberapa diantaranya terjadi di Kota Bekasi baru-baru ini.
“Tentu kecelakaan bisa terjadi di mana saja, akan tetapi bilamana ada jalan untuk meminimalkan peluang terjadinya kecelakaan mengapa tidak dilakukan, paling tidak kecelakaan akibat human error bisa diminimalisir,” terangnya.
Juaini memastikan bahwa kecelakaan yang terjadi di tol Cipularang dan di Kota Bekasi dalam beberapa hari ini tidak melibatkan kendaraan yang telah melalui uji kelayakan di UPTD KIR Kota Bekasi.
“Dalam kecelakaan di Cipularang, memang terdapat beberapa korban dari Bekasi,tetapi kendaraan umum yang terlibat bukan asal Bekasi, jadi tidak uji kelayakan di sini,”tandasnya.
Dalam kunjungan tersebut dia juga meminta kepada petugas penguji untuk memberikan pelayanan yang baik kepada masyarakat dan tidak melakukan pungli.
“Kita minta petugas untuk tidak mempersulit pemohon, jika memang kendaraan pemohon tidak laik beroperasi jangan diloloskan. Demikian pula kepada pemohon saya menyarankan untuk tidak memaksakan dengan membayar uang kepada petugas jika kendaraannya memang tidak laik,”tukasnya.(RAN)
Leave a Reply