Akui Salah Sudah Memaki Wartawan, Ketua Katar Bekasi Utara Meminta Maaf

MINTA MAAF: Heri Cemong (kemeja batik coklat) saat meminta maaf kepada jurnalis di Kantor PWI Bekasi.

BEKASI SELATAN- Aksi demo yang dilakukan insan pers selama dua hari berturut turut ( 11-12 September 2019) di depan kantor Walikota Bekasi, berakhir dengan kedatangan Ketua Karang Taruna (Katar) Bekasi Utara, Heri Maulana alias Heri Cemong yang meminta maaf kepada awak media di Kantor PWI Bekasi, Jalan Rawa Tembaga No.01, Bekasi Selatan.

Dalam pernyataannya yang didokumentasikan oleh awak media, Heri Cemong mengakui segala kesalahannya yang membuat insan pers merasa tersingung atas pelecehan profesi jurnalis terhadap salah satu wartawan bernama Ahmad Fairuz dari Koran Radar Bekasi.

“Saya meminta maaf sebesar-besarnya atas sikap saya yang tidak berkenan terhadap awak media, dan saya tidak akan mengulangi lagi kesalahan saya,” ucap Heri Cemong kepada para awak media di kantor PWI Kota Bekasi, Kamis (12/09/2019).

Permintaan maaf Heri juga dituangkan dalam pernyataan tertulis yang ditandatangani di atas materai disaksikan semua awak media yang hadir di kantor PWI Bekasi.

“Semoga tidak ada lagi peristiwa pelecehan profesi jurnalis dan tindakan intimidasi terhadap awak media di Kota Bekasi, kita kembali menjalin sinergitas dengan mitra pers seperti dulu,” ucap Alfi selaku kordinator aksi.

Sementara Ahmad Fairuz, jurnalis korban tindakan intimidasi yang dilakukan Ketua Karang Taruna (Katar) Bekasi Utara Heri Maulana, mengungkapkan rasa terima kasih yang tak terhingga atas kepedulian dan dukungan yang luar biasa dari teman seprofesi sesama jurnalis, yang selama dua hari berturut – turut ikut mengawal aksi demo di depan Kantor Wali Kota Bekasi.

“Terimakasih yang sebesar-besarnya saya ucapkan kepada rekan – rekan media yang begitu peduli dan mendukung saya selama dua hari ini. Saya sangat lega dan bisa tersenyum lagi karena masalah ini sudah selesai dengan baik,” ucap Pay. (RAN)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*