Kunjungan Dewan PDIP Disambut Ujug-ujug Ada Meubelair di SDN Pekayon Jaya III

KUNJUNGAN DEWAN: Anggota Dewan dari Fraksi PDI Perjuangan saat kunjungan ke SDN Pekayon Jaya III, Senin (16/09/2019).

BEKASI SELATAN-Sekolah Dasar Negeri (SDN) Pekayon Jaya III, Bekasi Selatan belakangan viral, lantaran selama 2 tahun kegiatan belajar mengajar ratusan siswa- siswi di sekolah tersebut berlangsung secara lesehan (deprok) akibat kekurangan bangku dan meja belajar (meubelair), namun saat ini sudah terpenuhi.

Anggota DPRD Kota Bekasi dari Fraksi PDIP, Nicodemus Godjang didampingi beberapa anggota fraksi, hari ini (Senin,16/09/2019) melakukan peninjauan langsung ke SDN Pekayon Jaya III. Dalam kunjunganya Nico (panggilan akrab Nicodemus Godjang) beserta rombongan diterima oleh Deni Hilmana (Guru honorer wali kelas VI.B) mewakili Kepala Sekolah yang sedang sakit.

“Ini luar biasa,viral baru direspon.Artinya,kalau tidak viral seperti ini bisa 5 tahun atau enggak tau kapan baru direspon. Sebab karena tadi laporan dari pihak sekolah, evaluasi setiap bulan mereka laporkan, bikin proposal bahwa kebutuhan kami bangku tidak ada, tapi belum direspon (pihak disdik),” ujar anggota DPRD Kota Bekasi saat mengunjungi SDN. Pekayon Jaya III, Senin (16/09/2019).

Kepada pihak sekolah,Nico juga mempertanyakan asal muasal bangku bekas pakai yang diterima oleh SDN Pekayon Jaya III yang terkesan ujug-ujug pengadaanya oleh Dinas Pendidikan Kota Bekasi. Pasalnya, untuk proses pengadaan harus melalui anggaran dan proses lelang.

“Prosesnya kan per anggaran. Artinya, anggaran itukan setahun, setahun dianggarkan, diajukan dulu, baru dilelang, baru diadakan. Kalau 2019 tidak ada anggaranya, tidak bisa,” jelas dia.

“Makanya dipertanyakan, tidak bisa ujug- ujug sekarang, karena ini melalui proses lelang. Berbeda kalau ada pihak yang mendonasikan itu secara pribadi. Tapi kalau berbicara dari pemerintah Kota Bekasi, ini yang harus dipertanyakan darimana, apakah ini dipinjam pake atau darimana,”imbuhnya.

Untuk itu, terkait pengadaan bangku di SDN. Pekayon Jaya III, pihaknya akan mengundang Dinas Pendidikan Kota Bekasi guna mempertanyakan kejelasan asal meubelair tersebut.

“Rencananya dalam waktu dekat, karena kan AKD belum ada. Kita akan mengundang Disdik dalam rapat dengar pendapat terkait dengan situasi seperti ini, jangan-jangan bukan hanya SD ini yang kena, masih ada sekolah lain,” ujarnya.

Perwakilan pihak SDN. Pekayon Jaya III, Deni Hilmana menuturkan, selama ini pihaknya telah secara rutin mengajukan permohonan pengadaan bangku sekolah ke Disdik Kota Bekasi semenjak bulan Desember 2017, melalui laporan bulanan sekolah dan pengajuan proposal.

“Kurang lebih 2 tahun, dari selesai pembangunan bulan Desember 2017 sampai sekarang bulan September 2019 baru terealisasi, jawaban Disdik nanti akan diselesaikan,” terangnya

Dikatakan Deni, terdapat 6 kelas di SDN. Pekayon Jaya III yang kekurangan bangku sekolah, kemaren sore, (Minggu,15/09/2019) pihaknya menerima bantuan bangku sekolah bekas pakai dari Disdik Kota Bekasi sebanyak 250 seat, namun ia mengaku tidak mengetahui asal bangku tersebut.

“Kalau saya tidak melihat kondisi bangku,yang penting anak anak tidak deprok lagi gitu,” kata Deni.

Hal tersebut dibenarkan oleh Dewan Pengawas Pendidikan Dasar Kecamatan Bekasi Selatan Hj. N Sriwiyanti, dikatakanya, selama ini pihaknya sudah mengajukan proposal terkait pengadaan bangku sekolah ke Dinas Pendidikan Kota Bekasi.

“Dari pihak sekolah memang sudah mengusulkan, waktu itu sudah membuat proposal,cuman karena Disdik di tahun 2018 belum ada anggaranya, lagi defisit. Untuk sekarang kita hanya menerima segala sesuatunya kemaren Disdik memberikan bangku dan mejanya, untuk lebih jelasnya silahkan ke Dinas Pendidikan saja,” ujarnya.

Ketika akan dikonfirmasi lebih lanjut, Hj. N Sriwiyanti enggan berkomentar dan mempersilakan untuk bertanya langsung ke Disdik Kota Bekasi, namun saat dihubungi via aplikasi hingga saat ini Kepala Bidang Pendidikan Dasar (Kabid Dikdas), Disdik Kota Bekasi Sri Yulianti belum memberikan jawaban. (RAN)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*