JIP Klarifikasi Soal Undangan Hoaks yang Beredar

Festika Rosani (tengah) didampingi tim advokasi.

BEKASI TIMUR-Jaringan Indonesia Positif (JIP) Kota Bekasi yang tergabung dalam Yayasan Rumah Sebaya Indonesia mengklarifikasi berita bohong (Hoaks) yang beredar di masyarakat, terkait undangan kegiatan kampanye kesehatan untuk menekan penderita HIV/AID di Kota Bekasi yang rencananya dihelat di rumah makan di bilangan Bekasi Selatan pada 13 September 2019 lalu.

Dikatakan Vocal Poin JIP Kota Bekasi Festika Rosani, mengenai pengubahan isi kalimat dalam teks undangan yang beredar ke masyarakat tentang melegalkan LGBT dengan memberikan payung hukum itu adalah hoaks.

“Isi undangan tersebut sebenarnya adalah kampanye kesehatan untuk menekan jumlah penularan HIV/AID di Kota Bekasi, dengan menghadirkan 5 populasi kunci (Odha, Pecandu, Transgender, Orang terdampak HIV, dan LGBT). Karena penularan HIV/AIDS di Indonesia dan Kota Bekasi khususnya, penyebarannya paling tinggi melalui komunitas LGBT,” ujarnya kepada awak media, Kamis (19/09/2019).

Diungkapkannya, sebab dari beredarnya undangan hoax tersebut, kegiatannya menjadi gagal. Terkait hal itu, ia mengatakan telah melakukan klarifikasi secara langsung ke Pemerintah Kota Bekasi, Polres Metro Bekasi, Polsek Bekasi Selatan dan restoran tempat acara akan berlangsung dengan menyertakan undangan yang asli.

“Saya menyebarkan undangan itu tanggal 12 September 2019, sorenya itu sudah mulai rame dan malemnya ada penyegelan di rumah makan untuk 2 ruang Vip yang di bawah. Kebetulan kita booking yang di bawah dan ruang Vip yang di atas untuk acara Dinkes pun diblokir, padahal itu acara yang sangat berbeda dari kita,” terang Festika.

Ia memaparkan, di dalam undangan hoax yang disebar, selain untuk melegalkan LGBT juga disebutkan kegiatan untuk umum. Padahal menurut Festika, kegiatan itu hanya terbatas untuk undangan, bukan untuk umum.

“Di undangan yang asli ada daftar siapa saja yang saya undang dan hanya terbatas untuk 20 orang. Kami mengundang beberapa instansi dari Dinas Kesehatan, P2TP2A,RSUD Kota Bekasi,Polres Metro Bekasi Kota, Lapas Kota Bekasi,LBH juga dari Civil Society Organization (CSO), Non Goverment Organization (NGO) dan ada dari aktivis HIV/AID pendukung Sebaya,” bebernya.

Kendati sempat dihentikan kegiatannya, namun dikatakan Festika, pihaknya akan terus melakukan kegiatan di Kota Bekasi hingga akhir bulan Desember. Ia pun mengimbau kepada masyarakat untuk lebih bijaksana dalam menyikapi segala informasi yang beredar.

“Saya akan terus berlanjut untuk melakukan kegiatan yang sudah di-schedule, kalau ada kegiatan seperti ini teman-teman bisa mengkonfirmasi ke pihak kami, karena di undangan pun saya mencantumkan narahubung dan di situ ada kontak saya,” pungkasnya. (RAN)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*