JATIASIH – Musibah banjir di wilayah RW 04 Kelurahan Jatikramat mendapat perhatian dari berbagai kalangan,baik masyarakat luar maupun masyarakat sekitar.
Demikian juga dengan kader PKK kelurahan dan kader PKK posyandu yang ikut prihatin, sehingga dengan sukarela memasak di dapur umum untuk menyiapkan makan bagi warga terkena musibah banjir.
Kendati tidak menerima imbalan, kader PKK dengan ikhlas mengolah dan mempersiapkan makanan dari pagi hingga malam.
Donatur yang menyumbangkan bantuan untuk korban banjir juga terus mengalir.

Abdul Rosyid, Ketua RW 04, Kelurahan Jatikramat menjelaskan, banjir yang melanda di wilayah akibat meluapnya Sungai Jatikramat yang tidak jauh dari Perumahan Cahaya Kemang Permai (CKP).
Di RT 02 yang tergenang air sekitar 10 KK dan di RT 06 ada 7 KK. “Yang di CKP ada 200 KK terendam semua,”ujarnya.
Lajut Rosyid, ketinggian air bervariasi, untuk di CKP antara 120 sampai 150 cm. Sedangkan di RT 02 dan 06 selutut orang dewasa.
Kemudian pengurus RT/RW yang secara spontanitas mendirikan dapur umum untuk membantu korban banjir. Langkah tersebut, papar dia, disambut baik oleh pihak kelurahan, bahkan menempatkan kader PKK dan kader posyandu di dapur umum tersebut.
Menurut dia, posko dapur umum ini juga dijadikan basis untuk membantu warga lainnya yang terkena musibah banjir, seperti IKIP, Jatikramat Indah, PAM, AL dan yang lainnya.
Dia pun menyebutkan bahwa tidak ada korban jiwa di wilayah RW 04, namun untuk kerugian material diperkirakan antara 100 sampai 200 juta.
“Namun itu belum diinvetarisir secara keseluruhan,”ujarnya.
Dia menambahkan, untuk nasi bungkus yang dipersiapkan di dapur umum untuk makan siang sekitar 500 sampai 600 porsi, sedangkan untuk malam hari 500 porsi.
“Alhamdulillah kader PKK dan Posyandu bekerja dengan sukarela tanpa imbalan apapun untuk menolong warga yang tertimpa musibah,” tutup Rosyid. (YAT).
Leave a Reply