Turut Berduka, Ratusan Santri An-nur Gelar Doa Bersama Untuk Gus Sholah

Foto Almarhum KH. Salahuddin Wahid.

BEKASI UTARA- Ratusan santri, ustadz dan jajaran pengurus Pondok Pesantren (Ponpes ) An-nur, Kaliabang, Bekasi Utara menggelar doa bersama atas wafatnya KH. Salahuddin Wahid, seorang tokoh ulama Nahdatul Ulama (NU) yang juga pengasuh Ponpes Tebuireng, Jombang, Jawa Timur.

Doa bersama digelar di Masjid Ponpes An-nur dan berlangsung khidmat dengan dipimpin ustadz Eri Mutawali yang merupakan salah seorang pengurus Ponpes.

“Sebelumnya beredar kabar di sosial media (sosmed) dan group percakapan bahwa KH. Salahuddin Wahid atau yang akrab disapa Gus Sholah tutup usia pada hari ini,” ucap Eri Mutawali kepada Bekasiekspres.com Minggu,(02/02/2020).

Dikatakannya, menurut informasi adik dari KH. Abdurahman Wahid (Gusdur), berpulang tepat pada pukul 20.55 WIB di Rumah Sakit  Jantung Harapan Kita, dan rencananya akan dimakamkan di Jombang.

“Atas nama Ponpes An-nur, kami turut berbela sungkawa, semoga Allah SWT menempatkan beliau di tempat  terbaik di sisi-NYA,”ungkapnya.

Eri Mutawali menuturkan, Gus Sholah merupakan tokoh (NU) yang cukup terkenal, beliau juga merupakan pengasuh pondok pesantren Tebuireng di Jombang, Jawa Timur. Dirinya berharap, generasi muda NU Kota Bekasi akan dapat meneladani perjuangan beliau.

“Beliau wafat di usia 77 tahun. Saya berharap generasi-generasi YUmuda selanjutnya, khususnya generasi NU Kota Bekasi bisa meneruskan perjuangan dan meneladani beliau,”ujarnya.

Sekedar diketahui, Gus Sholah lahir di Kota Jombang, Jawa Timur pada 11 September 1942 dan wafat genap pada usia 77 tahun.

Berikut adalah perjalanan karir Gus Shollah di organisasi di antaranya, PMII Komisariat ITB (1964-1966), Sekretaris Jenderal DPP Inkindo (1991-1994), dan Ketua Departemen Konsultansi Manajemen Kadin (1994-1998).

Ia juga pernah mendirikan Ikatan Konsultan Manajemen Indonesia (1995), Ketua Dewan Pimpinan Pusat Partai Kebangkitan Umat (PKU) tahun1998-Oktober 1999.

Selain itu juga pernah menjadi Ketua Lajnah Pemenangan Pemilu PKU (1999), pendiri Yayasan Baitussalam (1982), Ketua Badan Pengurus Yayasan Baitussalam (1982-1985, 1988-1991).

Kemudian menjadi anggota Badan Pengawas Yayasan Baitussalam (1991-1994), pendiri Yayasan Wahid Hasyim (1985), dan Sekretaris Badan Pendiri Yayasan Wahid Hasyim (1999).

Sebagai Ketua PBNU pada tahun 1999-2004, dan Ketua Badan Pendiri Yayasan Forum Indonesia Satu (sejak 2000) serta Ketua ICMI tahun 2001-2003.

Pernah menjadi Wakil Ketua II Komnas HAM pada 2002-2007. pada 2004, ketika sistem pemilihan presiden secara langsung, Gus Solah dipinang Golkar maju sebagai cawapres berpasangan dengan Wiranto. (RAN)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*