CIKARANG UTARA-Sebanyak 80 pelaku Industri Kecil Menengah (IKM) di Kabupaten Bekasi mengikuti pelatihan yang dihelat Dinas Perindustrian (Disperin) Kabupaten Bekasi di Hotel Grand Cikarang, Rabu (19/02/2029).
Tema yang diangkat yakni, “Pemberdayaan IKM Melalui Program E-Smart Dalam Rangka Menciptakan Iklim Usaha yang Kondusif Guna Memacu Pertumbuhan Ekonomi Kabupaten Bekasi yang Berdaya Saing Menyongsong Revolusi Industri 4.0 (Four Point Zero)”.
Kepala Bidang Pengawasan dan Promosi IKM Disperin, Muhammad Ridwan menuturkan bahwa kegiatan ini mencoba meningkatkan kualitas, baik itu dari sisi produk guna dapat berdaya saing.
“Kita yang mengundang IKM ini, sedang untuk pembiayaan ada Bank Jabar, dan regulasinya dari Kementerian Perindustrian langsung,”kata dia, Rabu (19/02/2020).
Jelas Ridwan, Disperin juga menggandeng aplikasi online, agar nantinya pelaku IKM di Kabupaten Bekasi dapat memasarkan produknya melalui aplikasi online yang tersedia.
Hal itu, papar dia, harus dirancang sistematis untuk menghadapi persaingan di revolusi industri 4.0 ini.
“Karena era digital 4.0, semua barang nantinya bakal dijual bebas.Kita berupaya untuk menyiasatinya dengan memberikan banyak pelatihan kepada pelaku IKM agar siap bersaing dengan produk yang menjadi unggulannya,”kata dia.
Guna menghasilkan produk unggulan yang tak kalah kualitasya dengan IKM daerah lain, sambung Ridwan, Disperin Kabupaten Bekasi menggandeng Kementerian Perindustrian lantaran memiliki kesamaan program.
Ridwan pun menyebut bahwa dalam menghadapi four point zero, maka pelaku IKM di Kabupaten Bekasi harus sudah memiliki label di produknya.
“Kita akan mendorong pelaku IKM di Kabupaten Bekasi agar tiap produknya memiliki lisensi maupun label nomor produksinya,”tutur dia
Dinas Perindustrian Kabupaten Bekasi berkomitmen akan terus memberikan pelatihan dan pendampingan kepada pelaku IKM agar selalu siap untuk bersaing, terutama produk yang sudah memiliki lisensi SNI maupun label halal.(DEJ)
Leave a Reply