CIKARANG PUSAT – Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bekasi, Peno Suyatno menyebut rencana pemindahan lahan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah Burangkeng ke Bojongmangu masih baru sebatas khayalan.
“Baru sebatas mengkhayal dulu bang,”ujarnya diwawancarai, Rabu (24/06/2020).
Menurut dia, melihat kondisi saat ini TPA Burangkeng sudah overload. Sehingga Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bekasi mencoba mencari solusi agar ada lokasi baru untuk mengurangi beban pembuangan sampah yang ada di Burangkeng agar tidak terlalu padat.
“Kalau yang Bojongmangu itu baru sebatas khayalan saja, memang seharusnya Kabupaten Bekasi punya empat titik lokasi pembuangan diantaranya, Setu, Bojongmangu, Pebayuran dan Tarumajaya,”kata dia
“Masa iyah, sampah dari wilayah terjauh harus di buang ke Setu juga. Kalau ada wilayah yang dekat dengan empat titik tersebut kenapa tidak dimanfaatkan. Artinya biaya pengeluaran dinas untuk angkutan sampah bisa diefisiensikan,”lanjut dia
Disinggung mendesak atau tidak bagi DLH Kabupaten Bekasi terkait penggadaan lahan baru untuk TPA, Peno menjelaskan, melihat keadaan TPA Burangkeng sekarang kondisinya overload, kendati pelebaran lahan dilakukan namun itu tidak menjamin bahwa TPA Burangkeng akan aman dalam jangka waktu yang akan datang untuk menampung sampah dari segala penjuru arah Kabupaten Bekasi.
“Yang pasti sangat mendesak sekali kebutuhan areal lahan baru, namun dirinya akan berkomunikasi dan membicarakan lebih lanjut dengan Bupati Bekasi dan Anggota DPRD yang bermitra dengan DLH. Terus terang saat ini untuk Detail Engginering Desain (DED) TPA Bojongmangu belom ada sama sekali karena itu baru sebatas khayalan,”paparnya.
Pihaknya sendiri mencoba untuk menggandeng pihak swasta untuk membangun TPA yang modern, namun saat ini baru sebatas komunikasi.
“Jika ada pihak swasta menginginkan kerjasama, maka nanti tinggal kita sodorkan MoU dan mekanismenya seperti apa tinggal dibicarakan,”demikian tutup dia.(DEJ)
Leave a Reply