TAMBUN SELATAN- Keindahan situ Cibereum ternyata tidak saja menarik minat masyarakat sekitar saja, untuk menjadikan lokasi tersebut sebagai sarana wisata alam alternatif di Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi.
Lebih dari itu, lantaran penasaran dengan olahan sayur Siput atau Tutut (sejenis kiong sawah) kuliner salah satu warung makan di wilayah Situ Cibereum, Istri Mentri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian, yakni Ny. Tri Tito Karnavian kepincut dengan kesejukan dan keindahan alam di lokasi Situ Cibererum, Desa Lambangsari, Tambun Selatan.
Sambil menikmati hidangan sayur Tutut di saung yang berdiri persis di bibir danau situ Cibereum, sesekali Istri Mendagri akrab disapa Bu Tri ini memuji keindahan alam dan kesejukan Situ Cibereum yang baru pertamakali dipijaknya itu pada Kamis siang (25/6/2020). Setelah sebelumnya Istri Mendagri yang juga menjabat Ketua Umum Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) ini melakukan aksi sosial memberikan bantuan ribuan nasi kotak dan sembako di wilayah Kabupaten Bekasi.
Menurutnya, di pinggiran Ibu Kota yang sudah padat dengan pembangunan pabrik dan perumahan, masih ada lokasi alam yang indah dan bisa menjadi alternatif wisata alam.
“Sangat sayang kalau potensi yang ada ini tidak dikelola dan dikembangkan menjadi sebuah lokasi wisata alam. Terlebih ini bisa juga menjadi sarana pendongkrak ekonomi masyarakat sekitar dan pendapatan asli desa. Apalagi disini sudah ada penjual kuliner-kuliner tradisional yang langka dan nikmat seperti olahan sayur Tutut ini,”ulasnya, saat bercengkrama dengan Kepala Desa Lambangsari Pipit Haryanti dan pengurus Karang Taruna Desa yang mendampingi Istri Mendagri saat menikmati suasana alam situ Cibereum, Kamis,(25/6/2020).

Sementara itu, Pipit Haryanti, Kepala Desa Lambangsari, mengaku senang dengan kehadiran Istri Mendagri berkenan mengunjungi lokasi alam Situ Cibereum. Tidak hanya itu, kehadiran Ibu Tri Tito Karnavian setidaknya bisa mendongkrak keberadaan Situ Cibereum sebagai lokasi wisata alternatif yang saat ini hanya diketahui sebagian masyarakat Bekasi.
“Banyak masukan-masukan dari beliau (Istri Mendagri,red) yang bisa kami ambil dalam rangka penataan Situ Cibereum sebagai salah satu tempat wisata alternatif dan bisa mendongkrak pendapatan daerah serta meningkatkan perekonomian masyarakat kami. Dan kami tidak menyangka juga kalua beliau sampai kepincut dengan Situ Cibereum dan olahan kuliner sayur Tutut disini,”ujarnya sambal mengatakan kalua dalam waktu dekat akan ada program penataan Situ Cibereum dari pihak Provinsi Jabar.
“Informasi yang kami dapat dan cukup menggembirakan, kabarnya pak Gubernur juga sudah menyiapkan program penataan Situ Cibereum ini. Dan semoga saja terealisasi,”harapnya.
Sekedar diketahui, Situ Cibeureum yang memiliki alam eksotik dengan banyaknya pohon-pohon rimbun, adalah danau alam yang berada dalam desa, yaitu Desa Lambangsari dan Desa Lambangjaya, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi. Saat itu, keberadaan Situ Cibereum adalah sebagai induk pengairan irigasi untuk pesawahan yang ada diwilayah Tambun Selatan dan hari ini hanya sebatas menjadi danau serapan air saja, akibat sudah berubahnya wilayah pesawahan menjadi pemukiman.
Sayangnya, saat ini untuk pengguna roda empat akan sulit memasuki wilayah tersebut, lantaran tidak adanya jalan khusus, akibat tertutup tembok beton salah satu pengembang perumahan yang ada disekitar danau. Satu-satunya akses masuk hanya melintasi jalan tanah merah yang saat hujan tidak bisa dilalui kendaraan roda empat. Bagi pengguna roda dua akan lebih mudah karena masih bisa memiliki akses langsung masuk melalui pintu gerbang yang hanya berukuran sekitar 1,5 meter saja.
Kepemilikan kewenangan Situ itu merupakan tanggung jawab pengelolaan Perum Jasa Tirta II dan masuk dalam asset Kementrian PUPR. Hal ini menjadi polemik untuk pengembangan wisata bagi pemerintah setempat. (TIM)
Leave a Reply