Di Bekasi, Karang Taruna “Jadi Guru Dadakan” Ditengah Pandemi Covid-19

Para siswa SD saat mengikuti pelajaran para relawan pengajar dari Karang Taruna Desa Taman Rahayu

SETU – Ditengah keterbatasan sosial akibat ancaman wabah Covid-19, Karang Taruna di Kabupaten Bekasi tetap eksis melakukan fungsi sosialnya ditengah-tengah masyarakat. Tidak hanya berperan kegiatan bantuan sosial dan upaya-upaya pencegahan Covid-19 seperti penyemprotan disinfektan dan pembagian masker serta sosialisasi pencegahan, merekapun mulai mengembangkan program sosial menyarasar pada program pendampingan kepada anak-anak yang terkendala peralatan untuk belajar secara daring di saat pandemi COVID-19.

Salah satunya seperti yang dilakukan oleh Karang Taruna Desa Taman Rahayu, Kecamatan Setu, Kabupaten Bekasi. Sejak awal Agustus ini pengurus Karang Taruna Desa Taman Rahayu sudah menggalang puluhan pemuda yang didominasi perempuan untuk menjadi relawan mengajari gratis kepada anak-anak yang terkendala peralatan untuk belajar secara daring.

Ketua Karang Taruna Desa Taman Rahayu Emin Suryana mengatakan, program itu dikhususkan bagi anak masyarakat sekitar. Anak-anak yang mengikuti program tingkat sekolah dasar (SD). Terlebih dengan sistem pengajaran daring seperti ini tentunya banyak keterbatasan, baik guru sekolah maupun alat atau fasilitas belajarnya.

“Kita konsep programnya pembelajaran itu harus gembira, tidak memberatkan siswa, mereka juga pasti stres dengan kondisi seperti ini (pandemi),” ujar pria akrab disapa Jibril saat ditemui di lokasi, Senin, (25/08).

Dijelaskan Jibril, program yang dilakukan adalah pengembangan dari program kerja yang sejatinya masuk dalam bidang pendidikan dengan membuat kegiatan menjadi guru tamu ke setiap sekolah SD di desa Tamanrahayu, yang diberi nama “Perempuan Taman Rahayu Mengajar”.

“Namun sehubungan dengan adanya pandemic wabah Covid- 19 yang dialami secara global, Divisi Pemberdayaan Wanita Karang Taruna Desa Taman Rahayu menyusun strategi dengan mengubah rencana telah kami siapkan. Akhirnya sepakat untuk membuat Kegiatan dengan nama yang sama yakni – “Perempuan Karang Taruna Mengajar” namun dilakukan ke setiap RT se-desa Tamanrahayu,”jelasnya.

Terkait program yang sudah dijalankan, Jibril menambahkan bahwa programnya tersebut akan coba dijalankan hingga Desember 2020.

“Dalam praktiknya kami melaksanakan kegiatan ini satu bulan dengan 2-4 kali pertemuan, dilakukan bergilir ke setiap RT/RW di wilayah Desa Tamanrahayu, dengan tetap menerapkan protokol kesehatan sesuai yang dianjurkan pemerintah dengan minimal 10 orang anak dan maximal 20 anak untuk setiap kelompok belajar yang di handle oleh masing-masing pengajar dengan waktu mengajar kurang lebih 2 jam,”ungkapnya.

Terpisah, Ketua Karang Taruna Kecamatan Setu, Acep Juandi mengatakan pihaknya sangat mengapresiasi apa yang dilakukan oleh Karang Taruna Desa Taman Rahayu yang ada diwilayah binaannya dan mengaku akan mendorong agar seluruh Karang Taruna Desa yang ada diwilayah Kecamatan Setu untuk melakukan kegiatan yang sama.

“Kegiatan relawan mengajar yang dilakukan rekan Karang Taruna Taman Rahayu adalah tindakan nyata dari fungsi karang taruna ditengah-tengah masyarakat,”tukas pria akrab disapa Bung Leo ini.(RED)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*