Klaster Industri Tinggi, Karang Taruna Minta Pengelola Kawasan Industi Siapkan Tempat Isolasi Covid-19

Ketua Karang Taruna Kabupaten Bekasi Ahmad Taufik

TAMBUN SELATAN – Karang taruna Kabupaten Bekasi mempertanyakan sikap pengelola kawasan industri di Kabupaten Bekasi, yang seolah tidak ada tindakan serius melakukan penanganan dan pencegahan, terkait banyak nya karyawan yang bekerja di perusahaan yang berada di kawasan industri yang positif terkonfirmasi Covid-19.

Ketua Karang Taruna Kabupaten Bekasi Ahmad Taufik mengatakan, saat ini kluster industri jadi penyumbang tertinggi kasus terkonfirmasi Covid-19. Bahkan, dari informasi dihimpun, saat ini tempat isolasi bagi pasien terpapar Covid-19 yang disediakan oleh Pemkab Bekasi di Bapelkes Lemahabang dan kampus Presiden University sudah penuh, hingga akhirnya banyak pasien dari Klaster Industri menjalani isolasi mandiri.

“Saat ini yang terjadi banyak pasien yang berasal dari kluster industri, yakni para karyawan yang terpapar Covid-19 ini banyak menjalani isolasi mandiri karena tempat isolasi yang disesiakan Pemkab Bekasi penuh. Ini sangat berbahaya bisa menjadi pemicu penularan, apalagi disinyalir karyawan yang terpapar tersebut banyak yang tinggal di kontrakan perkampungan. Seharusnya pihak pengelola kawasan industri menyediakan tempat penampungan untuk isolasi dan tim medis sendiri untuk karyawan yang positif Covid-19 di perusahaan yang ada di bawah naungan pengelola kawasan industri,”ulas Ketua Karang Taruna Kabupaten Bekasi akrab disapah dari Topong kepada wartawan Selasa (1/9/2020).

Tidak hanya itu, lanjut Topong, berdasarkan informasi pengurus Karang Taruna dilapangan, beberapa kasus terkonfirmasi Covid-19 yang menjalani isolasi mandiri dari kluster industri tidak saja membuat kekhawatiran warga disekitarnya, lebih dari itu bagi pasien dan keluarganya menjadi sebuah tekanan tersendiri.

“Bukan hanya rawan penularan, pasien ini khan karyawan yang banyak tinggal di kontrakan dan perkampungan. Tentunya mereka harus diperhatikan perkembangan medis dan kebutuhan sehari-harinya. Beda kalau mereka kemudian disediakan tempat khusus oleh pengelola kawasan atau si pemilik perusahaan, mereka akan lebih terjamin,”Singgungnya.

Sekedar diketahui, dilansir laman pikokabsi.bekasikab.go.id pada Senin (31/8), tercatat 1.016 kasus terkonfirmasi positif di Kabupaten Bekasi sejak awal pandemi, 687 di antaranya dinyatakan sembuh, 38 meninggal dunia, 26 dirawat di rumah sakit, dan 265 orang melakukan isolasi mandiri. Data yang diunggah di situs pikokabsi.bekasikab.go.id mencatat kasus kumulatif positif mencapai 1.016.

Peningkatan kasus terkonfirmasi pun berdampak terhadap pemenuhan tempat karantina rawat inap atau isolasi yang berada di Balai Pelatihan Kesehatan Cikarang Utara serta Wisma Mahasiswa President University, Kecamatan Cikarang Utara yang di dua lokasi itu memiliki kapasitas sebanyak 130 kasur sudah tidak tercukupi, hingga akhirnya banyak pasien terkonfirmasi tanpa gejala yang menjalani isolasi mandiri.

“Hari ini tempat perawatan isolasi dan karantina yang kami sediakan sudah penuh. Dari kemarin kita menampung pasien kasus positif kluster industri,”jelas Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Bekasi, dr. Alamsyah kepada wartawan, Senin (31/8/2020).

Alamsyah menambahkan, peningkatan jumlah kasus terkonfirmasi dalam sepekan terakhir sudah mencapai 400 lebih kasus yang disumbang kluster kawasan industri. Untuk hari ini saja tercatat terjadi penambahan penambahan 70 kasus. Rinciannya, 248 karyawan PT LG Electronic Indonesia, 71 karyawan PT Suzuki Indomobil, serta 88 karyawan PT NOK Indonesia.

“Memang ada penambahan secara signifikan akhir-akhir ini, namun kami terus melakukan tindakan pencegahan dan deteksi secara luas dan masif agar tidak menyebar,”ungkapnya.(RED)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*