Kian Panas, Tuntutan Mengganti Plt Golkar Kota Bekasi Disebut Ditunggangi dan Tidak Berdasar

Zahrudin (kiri) - Yusuf Nasih (kanan)

BEKASI SELATAN – Tensi di internal Partai Golkar Kota Bekasi semakin memanas pasca- sejumlah Pengurus Kecamatan dan Kelurahan mendatangi Kantor DPD Partai Golkar Jawa Barat dengan tuntutan mengganti Pelaksana Tugas (Plt) Ketua dan Sekretaris Partai Golkar setempat.

Penggagas Majelis Penyelamat Partai Golkar Kota Bekasi, Zahrudin menyebut aksi yang dilakukan oleh beberapa orang Pengurus Golkar Kecamatan dan Kelurahan itu jelas-jelas ditunggangi.

“Tuntutan mereka mengganti Ketua dan Sekretaris Plt tidak berdasar dan mengada-ada. Plt DPD Partai Golkar Kota Bekasi yang diketuai oleh Aria Girinaya dan jabatan Sekretaris oleh M. Amin Fauzi usianya masih seumur jagung dan baru melakasanakan 3 kali konsolidasi dengan Fraksi Partai Golkar DPRD Kota Bekasi, Pengurus PK dan Ormas Pendiri dan didirikan Partai Golkar dan selanjutnya dengan para sesepuh Partai Golkar Kota Bekasi,”ungkap Zahrudin, Senin (03/05/2021).

“Menjadi aneh dan lucu ketika apa yang dilakukan oleh Plt Ketua dan Sekretaris DPD Partai Golkar Kota Bekasi dianggap salah dan menyalahi aturan hingga harus diganti,” ungkap Zahrudin lagi.

Menurut Zahrudin, belum ada satupun produk kebijakan dari Plt yang bisa dianggap bentuk pelanggaran organisasi hingga harus memunculkan tuntutan penggantian.

“Kalau saya lihat, ini sudah mengarah kepada politik like or dislike, sebuah sikap ketidak sukaan sebagian oknum kader Golkar didasari karena telah diberhentikannya paket Plt yang sebelumnya ditugaskan di DPD Partai Golkat Kota Bekasi, tapi mendapat gugatan ke Mahkamah Partai dengan basis argumentasi organisasi yang jelas dan tidak berdasar asumsi-asumsi seperti sekarang ini,” ujar Zahrudin.

“Salah satunya adalah dengan melakukan kebijakan organisasi seperti memperpanjang sebagian PK dan mem-Plt-kan sebagian lainnya tanpa melewati mekanisme organisasi partai,” ujar Zahrudin menambahkan.

Dia pun mengungkap ada hal yang fatal, yakni satu hari sebelum mereka (oknum kader Partai Golkar Kota Bekasi) melakukan aksi, Plt DPD Partai Golkar Kota Bekasi mengundang seluruh PK dan PL se Kota Bekasi untuk silaturahmi dalam rangka konsolidasi Plt dengan semua jajaran termasuk dengan Fraksi Partai Golkar. Namun, lantaran diduga adanya tekanan kepada pihak hotel tempat pelaksanaan kegiatan tersebut karena alasan Prokes Covid-19, sehingga mengakibatkan gagalnya acara tersebut digelar.

“Sudah tidak perlu ditutup-tutupi, ini ada intervensi pihak luar kepada Partai Golkar, dan ini sudah merusak marwah partai. Kenapa pihak pemerintah dalam hal ini Satgas Covid-19 Kota Bekasi tidak melakukan Koordinasi dengan Plt DPD Partai Golkar Kota Bekasi??? Saya meminta kepada Plt DPD Partai Golkar Kota Bekasi dan DPD Partai Golkar Provinsi Jawa Barat untuk bersikap tegas terkait masalah ini, karena sifatnya serius dan tidak main-main,” tegas Zahrudin.

Salah satu sesepuh Partai Golkar Kota Bekasi Yusuf Nasih ikut angkat bicara soal kisruh tersebut. Yunas, begitu panggilan akrabnya, menilai apa yang dilakukan oleh Plt DPD Partai Golkar Kota Bekasi yang dipimpin oleh Aria Girinaya sudah sesuai dengan mekanisme dan aspirasi kader Golkar setempat.

“Plt yang sekarang sangat memahami organisasi kepartaian. Beliau kan di DPD Partai Golkar Jabar menjabat sebagai Wakil Ketua Bidang Organisasi dan baru saja dipercaya menahkodai Kosgoro Jawa Barat. Jadi, tuduhan dalam tuntutan yang kemarin ke DPD Jabar itu salah alamat dan tidak ada dasarnya. Berkaca dong, kemarin Plt dipimpin oleh Ade Puspitasari sudah benar ga secara organisasi? Toh akhirnya Ade diganti sebagai Ketua Plt,” ketus Yunas.

Yunas pun berharap agar DPD Golkar Jabar melihat persoalan ini secara jernih.

“Mana yang memang mau membesarkan partai dan mana yang memang hanya memanfaatkan partai untuk kepentingan pribadi atau kelompoknya,” demikian Yunas mengakhiri. (RED)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*