PK Dikabulkan, MA Pertegas PSHT Resmi Sesuai SK Kemenkumham RI Tahun 2019

Kuasa hukum dan pemohon berpose bersama usai menyampaikan keterangan pers.

JAKARTA – Peninjauan kembali (PK) yang diajukan Dr. Ir. Muhammad Taufiq pada 7 April 2022 dikabulkan oleh Mahkamah Agung (MA) melalui putusan atas register perkara nomor 68/PK/TUN/2022, maka Surat Keputusan (SK) Menkumham nomor: AHU.0010185.AH.01.07. TAHUN 2019 Tentang pengesahan Badan Hukum PSHT dengan Ketua Umum Dr. Ir. Muhammad Taufiq tetap sah dan berlaku.

“Alhamdulillah Peninjauan Kembali di Mahkamah Agung dikabulkan. Semuanya jadi jelas, siapa Ketua Umum PSHT yang sah menurut hukum. Alhamdulillah, ini berkat doa semua sedulur PSHT yang ada di nusantara dan mancanegara, tentu patut kita syukuri bersama,” terang Kuasa Hukum Pemohon, Mohamad Samsodin, SH.I, dengan didampingi Welly Dani Permana,SH.MH, Sabtu (16/04/2022).

Ia mengungkapkan, perselisihan diawali dengan adanya gugatan yang dilayangkan Drs R Moerdjoko dan Ir Tono Suharyanto yang merasa sebagai Ketua dan Sekretaris PSHT. Keduanya Menggugat Menkumham RI ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Jakarta dan terdaftar di Kepaniteraan dengan nomor perkara 217/G/2019/PTUN.JKT.

Pada pokok perkaranya, Drs R Moerdjoko dan Ir Tono Suharyanto meminta PTUN mengabulkan gugatan terhadap Surat Keputusan Menkumham RI tentang pengesahan badan hukum PSHT yang diketuai Dr Ir Muhammad Taufiq, untuk dibatalkan dan dicabut.

Di PTUN, hakim memutuskan mengabulkan seluruh gugatan dari Penggugat. Atas putusan tersebut, Kemenkumham RI dan Dr Ir Muhammad Taufiq selanjutnya mengajukan Banding ke PTTUN Jakarta dan ditolak, sehingga menguatkan putusan PTUN Jakarta.

Upaya hukum selanjutnya dilakukan Kuasa Kemenkumham dan Dr Ir Muhammad Taufiq dengan mengajukan Kasasi ke Mahkamah Agung. Namun upaya itu kembali ditolak oleh Majelis Hakim Mahkamah Agung. Perkara kemudian dibawa ke upaya hukum luar biasa dengan mengajukan Peninjauan Kembali (PK).

Di tempat yang sama, Dr Ir Muhammad Taufiq menyatakan jika putusan PK atau permohonan PK yang diajukan sangat jelas sebagaimana bisa dilansir dalam kepaniteraan.mahkamahagung.o.id. dan saat ini pihaknya masih menunggu salinan putusannya dari MA.

“Kami merasa sangat bersyukur atas putusan PK. Putusan PK menunjukkan eksistensi PSHT sesuai badan hukum yang diterbitkan oleh Kemenkumham. Badan hukum dari Kemenkumham ini adalah dasar bagi kita untuk mengemban amanah organisasi,” jelas M Taufiq.

“Alhamdulillah, alhamdulillah, dengan adanya putusan yang sudah berkekuatan hukum tetap, kami akan melanjutkan upaya pengurus terdahulu yaitu Kang Mas Tarmadji Budi Harsono,” imbuhnya.

Muhammad Taufiq juga menekankan bahwa nama, lambang dan hak merk yang menjadi hak intelektual organisasi PSHT tidak dimiliki oleh personal, melainkan seluruh warga PSHT yang memberikan kepercayaan atau amanah kepada pengurus untuk menjalankan roda organisasi.

“Dan yang terpenting organisasi ini dikelola secara transparan dan akuntabel, agar warga tidak ada lagi yang berprasangka, saling curiga, sehingga energi yang kita miliki tidak habis untuk mengurusi hal-hal tidak perlu,” pungkasnya. (RAN)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*