BEKASI TIMUR – London School of Publik Relations (LSPR) Institute Bekasi mengukuhkan Prof. Dr. Ulani Yunus, Dra., M.M sebagai Guru Besar Ilmu Komunikasi di LSPR Institute of Communication and Business, dengan spesialisasi dalam Bidang Periklanan dan Merek. Berlangsung di the Amani Palladium Theatre LSPR Transpark Bekasi, acara dihadiri jajaran pimpinan LSPR, sivitas akademika, tamu undangan dari kementerian, dunia industri, asosiasi profesi, serta tokoh pendidikan nasional.
Prof. Ulani dikenal sebagai akademisi sekaligus praktisi yang memiliki pengalaman panjang di dunia komunikasi, mulai dari industri perbankan, real estate, hingga agensi branding. Aktif sebagai peneliti dan penulis, Prof. Ulani telah mempublikasikan berbagai artikel ilmiah di jurnal bereputasi nasional maupun internasional. Ia juga terlibat dalam sejumlah proyek riset berskala nasional yang didanai Kemenristekdikti.
Dalam kapasitasnya sebagai akademisi dan pemimpin organisasi profesi, juga menjabat sebagai Ketua Umum IPPRISIA dan ARCHIE, serta menjadi pengurus pusat ISKI dan anggota ASPIKOM. Ia sering diundang sebagai pembicara utama dalam forum ilmiah dan konferensi global yang membahas komunikasi, digitalisasi, dan inovasi kreatif.
Pada kesempatan ini, prof. Ulani menyampaikan orasi ilmiahnya yang berjudul “Disrupsi Kreativitas: Kecerdasan Buatan, Etika, dan Senjakala Peran Manusia dalam Kegiatan Branding,” Ia mengangkat isu terkini, bagaimana kecerdasan buatan Artificial Intelligence (AI) telah mengubah lanskap industri kreatif, khususnya dalam praktik branding dan periklanan.
Prof. Ulani menyoroti transformasi peran manusia yang kini bergeser dari kreator menjadi kurator, serta tantangan etika seperti manipulasi emosional, pelanggaran privasi data, dan plagiarisme konten yang dihasilkan oleh AI.
“AI bukan untuk dilawan, tapi harus dilihat sebagai mitra kolaboratif. Sinergi antara intuisi manusia dan kecepatan mesin dapat membuka era baru strategi merek yang lebih personal, adaptif, dan relevan,” kata Prof. Ulani dalam pidatonya, Kamis (03/07/2025)
Melalui konsep “Kreativitas Simbiotik Manusia-AI,” Prof. Ulani menekankan pentingnya pendekatan human centered AI agar teknologi tetap berpihak pada nilai-nilai kemanusiaan. Ia juga mengajak komunitas akademik dan praktisi industri untuk tidak hanya mengikuti tren teknologi, tetapi aktif membentuk standar etika baru yang mampu menjaga esensi dari kreativitas manusia.
Sementara, Founder & CEO LSPR, Dr. (H.C.) Prita Kemal Gani, MBA, MCIPR, APR, menyatakan, dalam rangkaian perayaan ulang tahun LSPR yang ke-33, pengukuhan ini menjadi simbol penguatan komitmen LSPR Institute sebagai kampus komunikasi global yang unggul dan visioner.
“Ini adalah wujud nyata dari bukti komitmen kami dalam membangun ekosistem pendidikan tinggi yang berstandar internasional, mendorong keunggulan akademik, kepemimpinan intelektual, dan kontribusi nyata bagi dunia industri serta masyarakat global.” ujarnya.
Rektor LSPR Institute, Associate Professor Dr. Andre Ikhsano, M.Si menambahkan, pengukuhan Prof. Dr. Ulani Yunus sebagai Guru Besar menjadi tonggak penting bagi LSPR Institute dalam memperkuat keunggulan akademik, khususnya di bidang komunikasi strategis, periklanan, dan branding.
“Kehadiran beliau semakin mengukuhkan posisi LSPR Institute sebagai institusi pendidikan tinggi yang tidak hanya adaptif terhadap perubahan zaman, tetapi juga menjadi rujukan dalam pengembangan ilmu komunikasi berbasis riset dan teknologi.”pungkasnya. (RAN)
Leave a Reply