BABELAN – Badan Usaha Milik Desa (BUMDES) wajib mengelola keuangan secara transparan, akuntabel dan profesional untuk membangun kepercayaan warga.
Warga desa berhak mengawasi Bumdes. Hal ini karena penyertaan modal BUMDES bersumber dari dana desa. Semakin transparan pengelolaan keuangan, semakin menunjukan tidak adanya penyimpangan.
Pada tahun 2025 Pemerintah Desa Buni Bakti, Kecamatan Babelan mengucurkan penyertaan modal BUMDES dalam dua versi, yakni pertama Rp123.720.000 dan kedua penyertaan modal BUMDES Ketahanan Pangan sebesar Rp142.280.000. Totalnya dalam 1 tahun BUMDES Buni Bakti menerima modal sebesar Rp266.000.000.
Berdasarkan penelusuran Bekasi Ekspres, anggaran tersebut dipergunakan untuk sewa lahan selama 5 tahun sekaligus membangun kandang untuk 150 ekor ayam petelur, serta membeli 10 ekor kambing.
“Untuk ayam petelur hingga hari ini kami belum bisa menuai hasil secara maksimal, tetapi kambing sudah ada yang mengandung,” ujar Ketua Bumdes Buni Bakti, Riswan Rifai kepada Bekasi Ekspres, Sabtu (11/07/2026).
Saat disinggung mengenai jumlah ternak yang dibelanjakan lebih sedikit jika disesuaikan dengan modal. Bahkan, pemeliharaannya tidak maksimal, hingga menuai hasil belum maksimal pula, Riswan Rifai tidak menyangkal adanya kekurangan modal.
Riswan mengaku sangat kewalahan biaya pemeliharaan juga perawatan ternak. Bukan tanpa sebab, lanjutnya, hal ini lantaran dari awal modal sudah berkurang banyak lantaran lebih dari Rp30 jutaan diminta oleh Sang Kades Buni Bakti, Sidi Sumardi.
“Pak Lurah beberapa kali menggunakan uang modal BUMDES, terakhir Pak Lurah pakai lagi sebesar Rp15 juta. Makanya saya pusing mensiasati agar pengelolaan ini terus berjalan. Tapi saya akan tetap bertanggungjawab untuk membelikan pakan serta honor pekerja yang merawat ternak,” pungkasnya.
Senada dikatakan Pengawas BUMDES Buni Bakti, Nasir, sebelum memberikan uang yang diminta kepala desa, Ketua BUMDES terlebihdahulu memberitahukannya.
“Iya betul, saya sebagai pengawas akhirnya serba salah, bagaimana BUMDES bisa berkembang hingga membantu perekonomian warga kalau keuangannya defisit,” keluh Nasir.
Hingga berita ini diunggah, Kepala Desa Buni Bakti, Sidi Sumardi, dikonfirmasi sejak Kamis 9 Juli 2026 belum merespon. (RED)
Leave a Reply