CIKARANG PUSAT – Tujuh pelaku Industri Kecil Menengah (IKM) yang ada di Kabupaten Bekasi ikuti meeting jelang persiapan acara yang bertajuk “Bali ITT Expo 2019” yang akan dilaksanakan di Bali tanggal 28 -31 Maret 2019 mendatang. Produk unggulan yang akan dipamerkan dalam acara tersebut diantaranya ada boneka, tas bahan rajut, aksesoris jam dari bahan batok, kulit dari bahan alami, bahkan karpet yang dibuat dengan proses tangan.
Kepala Bidang Promosi IKM, pada Dinas Perindustrian Kabupaten Bekasi, Yuli Suliah mengatakan, pameran Bali ITT Expo 2019 adalah untuk mengangkat pelaku IKM Kabupaten Bekasi secara tidak langsung. Pelaku IKM yang diajak dalam pameran di Bali merupakan IKM dari bahan baku hingga ke bahan jadi.
“Tentu kita sangat menginginkan produk IKM asal Kabupaten Bekasi nantinya bisa dikenal oleh tamu mancanegara. Apalagi pulau Bali merupakan surganya para turis. Maka dari itu saya meminta kepada pelaku IKM setempat untuk menekankan kualitas produk yang dihasilkan biar dapat bersaing tentunya,” kata dia yang diwawancarai, Rabu (20/03/2019)
Menurut Yuli, pelaku IKM yang ikut dalam pameran “Bali ITT Expo 2019” akan difasilitasi oleh Pemerintah Kabupaten Bekasi, mulai akomodasi ongkos Pulang Pergi (PP), penginapan, bahkan sampai kepada makan dan minumnya.
Adapun tujuan dari pengikutsertaan pelaku IKM asal Kabupaten Bekasi, ungkap dia, adalah agar produk yang mereka buat dan dihasilkan tentu tak hanya dijual di sini saja. Tetapi bagaimana pelaku IKM ini bisa menjualnya keluar daerah selama mereka ikut dalam pameran yang diundang Dinas Perindustrian Kabupaten Bekasi.
“Kita pengen konsumen dari luar Bekasi tahu bahwa di Kabupaten Bekasi ada produksinya, sehingga selain pelaku IKM nya yang dikenal pelanggannya, nama Kabupaten Bekasi juga turut harum karena bangga bisa menampilkan kerajinan tangan mulai dari bahan mentah ke bahan jadi,” kata dia
“Banyak produk pelaku IKM kita yang sudah dikenal pelanggannya, artinya produk IKM Kabupaten Bekasi tidak kalah dengan produk IKM daerah lain,”sambung dia
Jumlah IKM yang masuk dalam data base bidang promosi, tambah Yuli, ada sekitar 180. Sementara total semuanya ada sekitar 1459, tetapi yang eksis hanya ada sekitar 180. Bahkan ia menyebut bahwa pihaknya menginginkan adanya IKM center yang nantinya bisa menjadi suatu tempat untuk memamerkan segala produk IKM Kabupaten Bekasi.
“Banyak harapan juga dari pelaku IKM di sini, seperti adanya IKM center. Hal ini sudah kita sudah bicarakan langsung ke Pak Sekda dan juga dewan kerajinan nasional (dekarnas). Tujuannya agar di Kabupaten Bekasi ada sebuah gedung yang bisa memamerkan kerajinan pelaku IKM,” pungkas dia.(ADV)
Leave a Reply