CIKARANG UTARA – Sinergitas Dinas Perindustrian (Disperin) Kabupaten Bekasi bersama Kementerian Perindustrian RI terus dilakukan secara berkelanjutan. Kali ini pemberian Bimbingan Teknis (Bimtek), serta bantuan peralatan mesin kepada pelaku Industri Kecil Menengah (IKM) sandang khususnya Wirausaha Baru.
Adapun kegiatan ini berasal dari aspirasi Anggota DPR RI Komisi VI Rieke Diah Pitaloka, yang bekerja sama dengan Kementerian Perindustrian RI berupa program pelatihan serta bimtek sekaligus pemberian peralatan menjahit dengan nilai anggaran sekitar Rp600 juta.
Kepala Seksi Industri Kimia Tekstil, Dewi Hastuti dalam sambutannya mewakili Kepala Dinas Perindustrian Kabupaten Bekasi, Peno Suyatno mengatakan bahwa kegiatan hari ini selain bimbingan teknis dan pembinaan menjahit, juga dilakukan penyaluran alat kepada pelaku IKM yang ada di Kabupaten Bekasi.
“Jadi ada beberapa pelaku IKM konveksi yang difasilitasi sekaligus diberikan pembinaan serta bimteknya guna pengembangan sumber dayanya dalam menjahit,” ujarnya di Hotel Grand Cikarang, Jababeka (29/03/2019).
Untuk kegiatan bimtek dan penyaluran peralatan menjahit, ungkap dia, Dinas Perindustrian Kabupaten Bekasi mengundang tiga koperasi. Tiga koperasi yang diundang diberikan bantuan berupa peralatan menjahit, diantaranya Koperasi nNelayan Pantai Mekar, Koperasi Rumah Rakyat, Koperasi Rakyat Mandiri.
Pemberian fasilitas peralatan menjahit, serta pembinaan dan bimteknya, harap dia, para pelaku IKM di Kabupaten Bekasi dapat berkembang dan ke depannya bisa lebih maju sehingga minimal dapat mengangkat perekonomian keluarga dan umumnya masyarakat Kabupaten Bekasi.
“Kita berharap ada pengembangan dan peningkatan perekonomian keluarga, umumnya masyarakat melalui giat IKM yang ada di Kabupaten Bekasi,” ucapnya.
“Kita juga berharap lahirnya sentra-sentra di bidang garment, tidak hanya perusahan besar saja tetapi berharap lahirnya perusahan berbasis IKM. Selain itu, Disperin juga akan membantu pada proses pemasarannya jika IKM berkembang menjadi besar,” sambungnya.
Hal senada juga disampaikan, Kasubdit Sandang, Pangan Barang dari Kayu dan Furniture Kementerian Perindustrian, Endang Purweni bahwa Direktorat Jenderal Industri Kecil Menengah dan Aneka Kementerian Perindustrian berupaya mendorong penumbuhan dan pengembangan wirausaha industri dengan menargetkan terciptanya 20.000 wirausaha baru IKM pada tahun 2019.
“Penumbuhan wirausaha baru dilakukan dengan berbagai pendekatan, baik potensi yang dimiliki propinsi, Kabupaten/Kota, maupun potensi kelompok tertentu. Adapun pelaksanaannya bekerjasama dengan kementerian/lembaga terkait, pemda kab/kota, serta anggota DPR RI Komisi VI selaku mitra kerja Kementerian Perindustrian RI,” kata dia.
Masih kata Endang, melalui program Wirausaha Baru (WUB), Dirjen IKM dan Aneka Kementerian Perindustrian memberikan bimtek jahit dan bordir sebanyak 20 orang yang berasal dari Kabupaten Bekasi.
“Selain diberikan bimtek dan bantuan peralatan, nantinya diharapakan pelaku Wirausaha Baru IKM dapat memulai usaha dengan memanfaatkan mesin atau peralatan yang diterima dengan sebaiknya untuk melakukan produksi,” pungkasnya.(DEJ)
Leave a Reply