BEKASI TIMUR-Ikatan Keluarga Alumni (IKA) SMA Negeri 1 Bekasi menghelat deklarasi damai membahas kongres yang akan dilaksanakan nanti pada hari Sabtu (14/09/2019) pagi. Kongres akan membahas perubahan Anggaran Dasar Anggaran Rumah Tangga (AD/ART), juga garis besar serta memilih pemimpin IKA SMAN 1 Bekasi setelah masa kepemimpinan hasil kongres ke 1 di bawah kepemimpinan Eep Saefullah Fatah berakhir.
Kongres akan diikuti oleh perwakilan seluruh alumni SMAN 1 Bekasi, dari alumni pertama tahun 1964 hingga yang baru. Masing-masing angkatan akan mengutus dua orang.
Setelah melalui hasil verifikasi untuk memenuhi persyaratan pencalonan, maka berdasarkan anggaran dasar IKA, kewajiban angkatan pengusung bersama calon ketua umum harus menyerahkan dukungan sedikitnya 50 orang alumni dari beragam angkatan, minimal dari 5 angkatan yang berbeda. Selain itu, calon ketua umum wajib melampirkan data pribadi berikut pernyataan diri.
“Pada awalnya terdapat 11 bakal calon yang diusung ragam angkatan, dari alumni tahun 84 hingga 2002. Akhirnya pada tanggal 12 September 2019 ditetapkalah 7 nama sebagai calon Ketua Umum IKA SMAN 1 Bekasi. Ketujuh nama itu adalah Kol. Dr. HM. Ikhwan Syahtaria ST.MM, TB Hendra Suherman, lan Sudiana, Henry Sotarduga Hamzah, Harry Muryanto,Yuyus Juarsa dan Sandi Pinatabahri. Adapun nama Reny Hendrawati (Sekda Kota Bekasi), terpaksa tidak dapat muncul, karena tidak menyerahkan berkas yang ditetapkan panitia hingga batas waktu yang ditentukan,” terang ketua pelaksana Desi C Wijaya kepada awak media usai deklarasi, Kamis (12/09/2019) malam.
Salah satu kandidat bakal calon pemimpin IKA SMAN 1 Bekasi, TB. Hendra Suherman mengatakan, deklarasi damai yang digelar hanya sebagai simbolis dan ajang pertemuan panitia pelaksana dalam mempersiapkan kegiatan kongres IKA SMAN 1 Bekasi yang akan dihelat pada Sabtu lusa.
“Untuk menghadapi kongres kedua nanti kita semua sepakat tidak ada rivalitas, yang ada saling bersinergi dilandasi oleh kebersamaan, kekeluargaan, dalam bingkai silaturahim untuk memajukan dan menjadikan IKA SMAN 1 Bekasi bisa bermanfaat bagi IKA sendiri, almameter maupun masyarakat Bekasi,” ujarnya.
Dikatakan TB Hendra, bagi dia menjadi pemimpin IKA SMKN 1Bekasi merupakan sebuah panggilan hati, juga sebuah ibadah dan pengabdian di tengah kesibukanya sehari-hari.
“Bagi saya ini ibadah dan pengabdian. Kebetulan saya dalam keseharian dan beraktifitas di Bekasi, lalu saya juga punya pengalaman berorganisasi. Saya merasa terpanggil untuk membangun IKA alumni menjadi berarti,bermakna dan bermanfaat,” kata direktur Perusahaan Daerah Mitra Patriot (PDMP) ini.
Diungkapkanya, dibalik alumni yang hebat, pasti ada sekolah yang luar biasa. Oleh karena itu ia merasa terpanggil untuk menjadikan IKA alumni sebagai jembatan silaturahmi bagi angkatan yang terdahulu hingga yang terakhir.
“Dari angkatan pertama lulusan tahun 65 sampai angkatan terakhir ini harus kita rangkul semua, kita berdayakan untuk membangun IKA sendiri, almameter dan masyarakat. Jadi bagaimana caranya kita untuk menyentuh kembali agar mereka terpanggil kembali kepada IKA,” ujarnya
“Mereka mau berhimpun di dalam wadah IKA, bersilaturahmi di sana tidak hanya mengenang nostalgia, tetapi ada sebuah kepedulian ada sebuah a ware dan rasa memiliki untuk bersama sama membesarkan IKA,” imbuhnya.
Terkait pencalonanya sebagai Ketua Umum IKA SMKN 1 Bekasi, dikatakan TB Hendra, dirinya menginginkan semua alumni yang mempunyai hak suara dan hak pilih untuk dapat berpikir rasional dalam menentukan pilihanya.
“Jadi apakah saya juga layak dengan program program kerja saya, apakah mereka juga tertarik, saya ingin para alumni juga bisa memberikan penilaian yang adil, karena semua sama. Ini orang orang hebat semua, tapi saya tetap berikhtiar, karena saya juga ingin mengimplementasikan diri saya didalam IKA, kita memohon doa restu kepada semuanya untuk mendukung saya, mendoakan saya dan juga memberikan suaranya untuk saya memimpin IKA SMKN 1 Bekasi periode 2019-2022,” pungkasnya. (RAN)
Leave a Reply