CIKARANG PUSAT – Ketua DPD Partai Keadilan Sejahtera (PKS) M. Nuh mengaku tidak begitu risih dengan ramainya perjodohan kader PKS yang ramai di media sosial (Medsos) dalam eforia politik menyongsong Pilkada Kabupaten Bekasi pada 2022 mendatang.
“Saya tidak terlalu risih dengan apa yang muncul di media sosial, dimana ada penyandingan Budiyanto dengan Eka Supria Atmaja, atau pun Sadudin dan Tuty. Artinya dalam konteks ini PKS Kabupaten Bekasi mendukung siapa pun kader yang memiliki popularitas maupun ekstabilitas yang mumpuni untuk diajukan ke DPW maupun DPP,” ujarnya yang diwawancarai, Kamis (18/06/2020).
Jelas Nuh, PKS ini partai nasionalis religius, artinya di kita ini semua dipikirkan. Jadi tidak ada bahasa PKS menjegal kader sendiri apabila yang bersangkutan memiliki dua karakter itu tadi. Namun, tinggal bagaimana keputusan DPP dalam menyikapi dan mempertimbangkannya.
“Dirinya mengumpamakan seorang Ronaldo sebagai pesepakbola di klub Manchester United sudah beberapa kali memperkuat tidak pernah menjadi kapten, namun kemampuan mendobrak ke sana ke sini tergantung bagaimana sikap pendukung. Jadi semua adalah masalah rasa yang seperti apa bakal dikedepankan,”kata dia.
Manuver Budiyanto di kancah media sosial, papar Nuh, diakui membawa nilai plus bagi partai. Manuver yang dimainkan Budiyanto sendiri diantara kader-kader PKS di Fraksi DPRD Kabupaten Bekasi bisa dibilang agak beda dengan teman yang lain.
“Pasalnya, gebrakan yang dibangun memberi nilai tambah bagi partai dan dirinya juga saat tampil dalam berbagai kegiatan, baik langsung maupun tidak langsung,”paparnya
“Kendati demikian, PKS Kabupaten Bekasi mendukung apa yang dilakukan para kadernya selama belum ditetapkan sebagai bakal kandidat kepala daerah,” paparnya lagi.
Menurutnya, pastinya akan ada pertimbangan yang cukup besar dilakukan partai dalam menetapkan maupun mengusulkan calon yang diajukan.
Nuh sendiri menggagumi apa yang dilakukan seorang Budiyanto, pribadi yang multi talenta dan tidak takut akan risiko yang dihadapi.
“Namun sekali lagi mempertegas jawaban, apa yang kini sedang ramai di medsos soal jodoh-jodohan bakal kandidat kepala daerah tinggal bagaimana sikap resmi partai yang memutuskannya,”pungkasnya.(DEJ)
Leave a Reply