CIKARANG PUSAT- Kasus terkonfirmasi positif Covid-19 terus meningkat diwilayah Kabupaten Bekasi. Setidaknya, hari ini saja tercatat terjadi penambahan hingga 70 kasus terkonfirmasi.
Dilansir laman pikokabsi.bekasikab.go.id pada Senin (31/8), tercatat 1.016 kasus terkonfirmasi positif di Kabupaten Bekasi sejak awal pandemi, 687 di antaranya dinyatakan sembuh, 38 meninggal dunia, 26 dirawat di rumah sakit, dan 265 orang melakukan isolasi mandiri. Data yang diunggah di situs pikokabsi.bekasikab.go.id mencatat kasus kumulatif positif mencapai 1.016.
Peningkatan kasus terkonfirmasi pun berdampak terhadap pemenuhan tempat karantina rawat inap atau isolasi yang berada di Balai Pelatihan Kesehatan Cikarang Utara serta Wisma Mahasiswa President University, Kecamatan Cikarang Utara yang di dua lokasi itu memiliki kapasitas sebanyak 130 kasur sudah tidak tercukupi, hingga akhirnya banyak pasien terkonfirmasi tanpa gejala yang menjalani isolasi mandiri.
“Hari ini tempat perawatan isolasi dan karantina yang kami sediakan sudah penuh. Dari kemarin kita menampung pasien kasus positif kluster industri,”jelas Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Bekasi, dr. Alamsyah kepada wartawan, Senin (31/8/2020).
Alamsyah menambahkan, peningkatan jumlah kasus terkonfirmasi dalam sepekan terakhir sudah mencapai 400 lebih kasus yang disumbang kluster kawasan industri. Untuk hari ini saja tercatat terjadi penambahan penambahan 70 kasus. Rinciannya, 248 karyawan PT LG Electronic Indonesia, 71 karyawan PT Suzuki Indomobil, serta 88 karyawan PT NOK Indonesia.
“Memang ada penambahan secara signifikan akhir-akhir ini, namun kami terus melakukan tindakan pencegahan dan deteksi secara luas dan masif agar tidak menyebar,”ungkapnya.
Sementara bagi karyawan terkonfirmasi positif dengan menunjukan gejala kini tengah menjalani perawatan intensif di rumah sakit rujukan yang ada di Bekasi dan Jakarta. Sedangkan mereka yang positif tanpa gejala menjalani isolasi mandiri di rumah masing-masing.
“Kami terus melakukan tracking (melacak), tracing (menelusuri), screening (melakukan penapisan), hingga kuratif melalui tes swab guna mendeteksi penyebaran virus agar bisa ditekan dan tidak menyebar,”jelasnya.(MAR)
Leave a Reply