BEKASI TIMUR- Wakil Ketua II DPRD Kota Bekasi, Faisal, SE meminta pemerintah melalui dinas terkait segera melakukan pemutakhiran Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS). Hal ini dimaksud untuk memaksimalkan penerima layanan kesehatan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Penerima Bantuan Iuran ( BPJS – PBI) bagi warga masyarakat Kota Bekasi.
“Pada reses kemarin, tidak ada RT, RW yang saya undang, yang saya undang kader Posyandu dan Puskesmas. Mengingat mereka juga punya aspirasi,” kata Faisal di ruang kerjanya, Senin (28/04/2025).
Dari aspirasi yang disampaikan, kata dia, diketahui kerjasama puskesmas dengan BPJS tidak dibayarkan melalui bon reimbursement seperti yang diterapkan pada RSUD maupun Rumah sakit swasta. Tetapi pembayaran menggunakan sistem kapitasi, dengan nominal sebesar Rp5000 sampai Rp8000 per – orang. Namun yang menjadi masalah pembagian kuota kapitasi saat ini masih belum merata di setiap puskesmas.
Faisal menyatakan, sudah menanyakan langsung perihal tersebut kepada pihak BPJS maupun Dinas Kesehatan. Dari keterangan yang didapat, Dinkes menyebut memiliki data lengkap berjumlah 70 ribu yang siap diinput, tetapi untuk penginputan DTKS berada di ranahnya Dinas Sosial.
“Kementerian punya program PBI dari APBN. Informasi yang saya dapat kuotanya bisa sampai ratusan ribu, sayang kan kalau tidak dipergunakan. Ini untuk mengurangi beban APBD, mengurangi beban LKM – NIK, makanya kita pakai APBN,”terangnya.
Oleh karenanya, ia mendesak Dinsos untuk segera melakukan sinkronisasi dan pemaksimalan input data bagi warga masyarakat penerima PBI. Hal ini, sekaligus untuk menekan penggunaan APBD di bidang kesehatan agar dapat lebih optimal.
“Terkhusus yang datanya hari ini masih blentang- blentong, bapaknya di-back up APBD, istrinya sama Pemprov, anaknya sama APBN, menjadi satu APBN semua. Itu maksudnya dari blentang-blentong,” sambungnya.
“Jangan sampai kuota kurang. Karena dari rapat paripurna terakhir, Pak Tri mengatakan sumbangan provinsi untuk PBI dari 50 miliar tinggal 2 miliar, tahun ini turun, jadi kita harus cari back up,”ujar Faisal mengakhiri. (RAN)
Leave a Reply