Sekda Uju: Wanita Harus Dilibatkan dalam Pembangunan

SAMBUT TIM VERIFIKASI : Sekda Uju saat menyambut tim verifikasi P2WKSS tingkat Provinsi Jabar di Desa Sukakarya, Kecamatan Sukakarya.

CIKARANG PUSAT – Pemerintah Kabupaten Bekasi berkomitmen melibatkan kaum perempuan dalam pembangunan. Komitmen ini diwujudkan dalam Program Peningkatan Peranan Wanita Menuju Keluarga Sehat dan Sejahtera (P2WKSS) 2018.
Hal tersebut disampaikan Sekretaris Daerah Kabupaten Bekasi, Uju saat menyambut kedatangan tim verifikasi P2WKSS tingkat Provinsi Jawa Barat di Desa Sukakarya, Kecamatan Sukakarya, Kabupaten Bekasi.

“Tahun lalu lokasi berada di Desa Cikedokan, Cikarang Barat sekarang ada di Desa Sukakarya. Seperti diketahui bersama bahwa program P2WKSS merupakan bagian program yang terpenting khususnya bagi kami di Kabupaten Bekasi sesuai dengan visi dan misinya”BERSINAR” Berdaya Saing Sejahterah Indah Dan Ramah Lingkungan,” ujarnya seperti dikutip di laman resmi Pemkab Bekasi, Rabu (28/3).

Perlu diinformasikan juga bahwa dalam rangka memberdayakan perempuan dan perlindungan anak, Pemerintah Kabupaten Bekasi telah menyiapkan program terpadu lintas sektoral antara perangkat daerah.

Meski leading sektornya adalah Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, tetapi seluruh perangkat daerah dilibatkan dan disinergikan sesuai dengan tupoksi masing-masing yang dapat mendukung program P2WKKS.

“Semua organisasi perangkat daerah dilibatkan dalam rangka optimalisasi, baik itu yang sifatnya dalam pembangunan sarana prasarana fisik maupun dalam rangka pembinaan pemberdayaan yang ada di Desa Sukakarya,” kata dia.

Adapun tujuan program tersebut meliputi program utama merupakan kegiatan dasar yang mencakup perbaikan gizi, penyuluhan, pelayanan, pelatihan dan kegiatan pelayanan membentuk kampung ramah anak.
“Jadi salah satu fokus konsen bagaimana mewujudkan kampung yang ramah anak. Karena kita kabupaten mungkin beda dengan kota, kalau di kota sarana prasarananya lebih memadai,” ucapnya.

“Tetapi di kabupaten mencoba bagaimana anak-anak merasa aman dan nyaman dan tersedia ruang terbuka untuk bermain, tentunya permainan yang positif tapi tidak perlu terlalu modern sampai bisa dipegang semua sama anak anak,” imbuhnya.

Melalui program tersebut, diharapkan peran perempuan dalam pembangunan dalam rangka mewujudkan keluarga yang berkualitas.

Sementara itu, Bondan Suratmo selaku tim verifikasi P2WKSS Jawa Barat mengatakan, kegiatan edukasi ini sangat penting dilaksanakan sebagai awal pembangunan di desa atau kelurahan yang sudah dipilih Bupati atau Walikota untuk menjadi sasaran program.

“Program P2WKSS di lokasi desa atau kelurahan binaan dilaksanakan selama 2 tahun, yakni dari bulan april 2017 dan berakhir desember 2018 dengan tahapan sebagai berikut, tahap pertama usulan desa, tahap kedua pencocokan data kemiskinan, tahap ke tiga verifikasi SDM,” tandasnya.(ADV)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*