COKARANG PUSAT – Tokoh masyarakat Bekasi, Damin Sada ikut menyoal maraknya baliho iklan yang tak memiliki tanda bukti melunasi pajaknya yang bertebaran di sepanjang jalan dari perbatasan Kota Bekasi hingga Kabupaten Bekasi.
“Kinerja Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Bekasi ngapain aja, kok banyak baliho yang tidak ada bukti bayar pajaknya alias ilegal malah didiemin terpasang,” tegas Damin Sada yang diwawancarai melalui sambungan telepon, Kamis (04/04/2019).
Menurut dia, seharusnya Bapenda Kabupaten Bekasi mencopot baliho iklan yang tak membayar pajak, bukan didiamkan baliho iklannya hingga lapuk dan sobek-sobek.
“Emang ada untungnya buat Pemkab Bekasi dengan ngebiarin itu baliho yang terpasang di sepanjang jalan, malah yang ada bikin wajah perkotaan carut marut dan kumuh,” beber dia.
Damin pun menduga ada kongkalingkong pengusaha dengan oknum Bapenda. Pasalnya, kata Damin, baliho iklan yang tidak membayar pajak terkesan sengaja dibiarkan terpasang di jalan-jalan tanpa ditertibkan.
“Jangan dipelototin bae tuh iklan baliho yang gak bayar pajak, copotin dan kejar pajaknya. Kalo diem gini kan terkesan Bapenda ada main mata ama pengusaha,” tandas Damin.
“Bukti tanda telah membayar pajak berarti ada pemasukan yang dihasilkan buat PAD Kabupaten Bekasi. Coba kalau gak ada buktinya, yang jelas rawan penyimpangan dan jadi bancakan oknum,” sambung dia.
Damin menambahkan, seharusnya pengawasan dan penertiban baliho iklan tidak bayar pajak dilakukan kontinyu tanpa pandang bulu.
“Saya amati di sepanjang jalan Kabupaten Bekasi banyak sekali terpasang baliho iklan tidak bayar pajak. Ditambah lagi baliho caleg ukuran besar yang dipasang tanpa mempertimbangkan estetika dan bikin kumuh wajah Kabupaten Bekasi,” demikian Damin Sada.(DEJ)
Leave a Reply