Caleg Nico Tolak Politik Transaksional dan Minta Warga Laporkan Pelaku Money Politic

SOSIALISASI NYOBLOS: Caleg Nicodemus Godjang saat melakukan sosialisasi cara pencoblosan di Rt 04/01 Kelurahan Aren Jaya, Kecamatan Bekasi Timur,Jumat (05/04/2019).

BEKASI TIMUR – Politik transaksional diprediksi bakal marak menjelang hari pencoblosan pada Pemilu 17 April 2019 mendatang.Membagikan sejumlah uang kepada masyarakat dijadikan ajang bagi calon anggota legislatif yang kurang percaya diri agar memberikan suara kepadanya.

Perilaku seperti ini yang ditolak oleh calon legislatif (Caleg) DPRD Kota Bekasi daerah pilih (Dapil) I Kecamatan Bekasi Timur – Bekasi Selatan, Nicodemus Godjang saat melakukan sosialisasi cara pencoblosan di Rt 04/01 Kelurahan Aren Jaya, Kecamatan Bekasi Timur, Jumat (05/04/2019).

Di hadapan puluhan ibu-ibu, Nico demikian sapaan akrab Nicodemus Godjang menegaskan, daripada mengharapkan uang seratus ribu untuk memilih dirinya pada hari pencoblosan nanti, ia dengan lantang menyebut lebih baik tidak usah mencoblosnya, karena hal itu sangat tidak mendidik.

Menurut Nico, anggota dewan itu digaji oleh masyarakat, dan mana mungkin orang yang digaji masyarakat memberikan uangnya ke masyarakat.

“Jika warga sekalian ada yang menemukan praktek money politic atau ada caleg yang melakukan serangan fajar bagi-bagi uang menjelang hari pencoblosan, kasih tau saya. Karena ada reward yang akan diberikan DPP kami untuk warga yang berani melaporkan praktek kotor tersebut,” pintanya kepada warga yang hadir.

Warga pun diminta berani menolak politik transaksional tersebut. Karena, papar Nico, jika ada Caleg yang berani menghargai suara atau pilihan dengan uang, maka jika sudah terpilih nanti tidak akan turun ke masyarakat, sebab asumsinya warga sudah diberi uang saat kampanye.

“Pesan saya kepada warga sekalian, jangan mau gadaikan nasib lima tahun ke depan hanya lantaran dikasih uang Rp50 sampai Rp100 ribu, tapi setelah terpilih caleg ini tidak akan pernah mau menemui warga sekalian,” demikian Nico.(ZAL/RAH)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*