Dinas Perindustrian Edukasi Cara Pengemasan Makanan Kepada 80 Pelaku UMKM

GELAR EDUKASI: Kepala Dinas Perindustrian Kabupaten Bekasi, Peno Suyatno didampingi Kepala Bidang Industri Kimia Agro dan Hasil Hutan Yudia dan perwakilan Disprin Jabar, tengah memberikan edukasi pengemasan makanan kepada 80 pelaku UMKM.

CIKARANG PUSAT-Dinas Perindustrian (Disprin) Kabupaten Bekasi kembali memberikan edukasi kepada 80 kelompok pelaku usaha menengah kecil mikro (UMKM) yang tersebar di berbagai wilayah. Kali ini edukasi yang diadakan dengan tema “Pelatihan Teknologi Industri Makanan Kemasan dan Label Produk Wilayah III”

Kepala Bidang Industri Kimia Agro dan Hasil Hutan pada Dinas Perindustrian Kabupaten Bekasi, Yudia mengungkapkan bahwa kegiatan yang diadakan hari ini adalah bagaimana membuat kemasan yang baik dan dapat bersaing.

“Produk makanan Kabupaten Bekasi tidak kalah dengan daerah lain yang ada di kab/kota di Jawa Barat. Bahkan sudah ada makanan kemasan yang masuk dalam pasar modern seperti Transmart,”ungkap dia yang diwawancarai, Rabu (25/09/2019).

Jelas dia, melalui kegiatan yang digagas ini diharapkan teman-teman pelaku UMKM yang ada di Kabupaten Bekasi tahu bagaimana cara mengemas produknya, sehingga layak masuk dalam pasaran yang lebih besar lagi.

“Kita mengharapkan lahirnya motivasi dan gagasan dari pelaku UMKM bagaimana mengemas kemasan produknya dengan baik dan bisa berdaya saing,”kata dia.

“Makanan yang dikemas itu banyak jenisnya, seperti rengginang, kemudian kripik serta lain sebagainya. Yang terpenting adalah bagaimana kemasan yang dibuat itu memiliki daya tarik, sehingga mampu menghasilkan pasar,”lanjutnya.

Yudia menambahkan, dalam kegiatan ini Disprin Kabupaten Bekasi hadir guna memfasilitasi apa yang menjadi kebutuhan dari pelaku UMKM yang ada di Kabupaten Bekasi, baik itu dari sisi kemasan hingga memperoleh sisi perizinan untuk penerbitan label halal pada produk makanan.

“Kualitas dan mutu produk makanan UMKM asal Kabupateb Bekasi tidak kalah dengan daerah lain.Hal itu sudah dibuktikan langsung bisa menembus pasar ritel seperti Transmart. Bahkan sekitar 15-20 pelaku UMKM yang lulus sertifikasi profesi dari standar produk dari Badan Standarisasi Nasional (BSN),”pungkas dia.(DEJ)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*