BEKASI UTARA-Menjelang Ramadhan, DPC PKB Kota Bekasi menghelat tradisi munggahan bersama Jurnalis yang tergabung dalam Komunitas Media Online Indonesia (KOMODO) di Komplek Ponpes Annur, Jalan KH. Mokhtar Tabrani, Kelurahan Pejuang, Bekasi Utara.
“Munggahan merupakan tradisi masyarakat yang banyak diaplikasikan dalam menyambut bulan suci Ramadan, kebanyakan masyarakat Betawi mengadakan tradisi tersebut.Kami biasa mengaplikasikan tradisi munggahan secara turun temurun untuk berkumpul dan saling memaafkan,”ucap Ahmad Ustuchry, Ketua DPC PKB Kota Bekasi,Senin (20/04/2020).
Anggota Komisi I DPRD Kota Bekasi ini mengatakan, pihaknya sengaja mengandeng komunitas Jurnalis sebagai bentuk apresiasi terhadap tugas jurnalis yang berjuang di garda terdepan menyampaikan informasi kepada masyarakat di tengah pandemi covid-19.
“Melalui kegiatan ini saya ingin memberikan rasa peduli terhadap para jurnalis yang sudah membantu dalam memberikan informasi terkait covid-19 melalui pemberitaaannya kepada masyarakat, sekaligus mempererat silaturahmi sehingga bisa lebih bersinergi, kompak dan solid,”terangnya.
Politisi PKB ini juga mengimbau Pemerintah Kota Bekasi untuk tidak melupakan guru ngaji sebagai penerima bantuan masyarakat terdampak Covid-19. Sebab menurutnya, guru ngaji di kampung kerap terabaikan sebagai penerima bantuan. Padahal, profesi pengajar non formal tersebut memiliki andil besar dalam memberikan pendidikan untuk anak-anak bangsa.
“Ada segmen yang terlewati, terabaikan, yaitu guru-guru ngaji. Sebagai penerima Bansos pemerintah. Beliau-beliau memang tidak meminta, tetapi juga kita sebagai orang yang pernah atau terus mendapatkan ilmu, bimbingan dari guru-guru ngaji ini, sudah sepatutnya pemerintah memperhatikan keberadaan dan keadaan mereka. Ketika pandemi semakin menuju puncaknya, terutama di hari-hari di bulan ramadhan ini,”bebernya.
Ahmad Ustuchri juga mengajak seluruh elemen masyarakat yang pernah belajar ilmu agama bersama guru ngaji di mushola atau majelis taklim, agar memperhatikan kondisi para guru ngaji pada saat ini.
“Makanya, PKB munggahan ini menjadi sebuah media untuk mengajak dan menginspirasi kepada kita semua. Ayo sama-sama kita datangi guru-guru ngaji kita, bawa apa yang bisa kita persembahkan. Meskipun yang kita beri belum tentu dapat membalas jasa mereka yang sudah membimbing kita sampai hari ini, memberikan bekal kita sampai hari ini,”tukasnya.
Di tempat yang sama, Ketua Komunitas media online, Denis turut mengapresiasi terhadap kegiatan tradisi yang dilaksanakan DPC PKB Kota Bekasi. Ia berharap kegiatan ini diikuti oleh para anggota dewan lainnya yang peduli kondisi masyarakat di tengah pandemi covid-19.
“Mudah-mudahan tradisi munggahan dan berbagi ini dapat terus terjaga dan diikuti oleh anggota dewan yang lain, karena saat ini masyarakat banyak yang membutuhkan perhatian,”pungkasnya.
Sekadar diketahui, selain peduli jurnalis, PKB Kota Bekasi juga berbagi bersama guru ngaji (ustad/ustadzah) janda, ojol dan pekerja buruh harian seperti buruh cuci, buruh bangunan, dengan membagikan ratusan sembako dan masker gratis kepada mereka. (RAN)
Leave a Reply