Ada Pandawa Lima Jelang Pergantian Sekda dan Mutasi Eselon Dua

Pusat Pemerintahan Kabupaten Bekasi (ist).

CIKARANG PUSAT – Pandawa Lima merupakan tokoh yang tidak dapat dipisahkan dengan kisah Mahabarata. Karena itu, ke lima orang tersebut menjadi tokoh sentralnya, dan mereka itu adalah Yudistira, Bima, Arjuna, Nakula, dan Sadewa.

Cerita itu (Mahabarata) sampai juga di lingkup Pemkab Bekasi. Entah siapa yang pertama kali menghembuskannya, yang jelas sebutan Pandawa Lima itu ditujukan kepada pejabat eselon dua.

Demikian diungkap Ketua LSM Jeko, Bob kepada Bekasiekspres.com, Selasa (16/06/2020).

Dijelaskan Bob, terlepas benar atau tidak, yang jelas dari buah bibir beredar cerita bahwa sepak terjangnya mulai terasa dan dirasa.

“Jika apa yang jadi rasa itu bisa dinikmati internal tentunya akan dinikmati eksternal, dan ini adalah hukum alam, alasannya, sesama mahluk sosial,” ujar Bob.

Lantas bagaimana dengan sepak terjangnya? dan siapa pejabat eselon dua dimaksud?, papar Bob, dari catatan buku primbon, sekarang ini Pandawa Lima itu lagi menyusun strategi di papan catur yang berdiri di belakang pion.

“Strategi itu menyusul akan berakhirnya masa jabatan Sekda dan 6 kursi eselon dua yang segera dan harus diisi berdasarkan Perda Nomor 2 tahun 2020, yang mana Perbup-nya juga sudah ditetapkan dua bulan yang lalu,” beber dia.

jika strategi itu benar, masih kata Bob, maka hal itu boleh dan sah-sah saja.

“Alasannya simpel, yang tau jenjang karir, hitam putih para pembantu bupati itu adalah Pandawa Lima. makanya tak heran jika hari Senin (15/06)/2020) mereka berlima mengadakan pertemuan / rapat terbatas di Tarumajaya,” ujar Bob.

“Karena pertemuan dan rapat terbatas itu sifatnya khusus dan bisa juga rahasia, maka tidak etis dan elok jika diimla, namun jika ingin tau siapa dia,cukup inisialnya saja, JH, ER, PS, ES, dan EI,” ujar Bob lagi.(TIM)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*