Berbulan- Bulan Sekolah Dibiarkan Tanpa Meja dan Kursi

DUDUK DILANTAI: Meski tidak memiliki meja kursi sebagian siswa di SDN 05 Mekarsari, Tambun Selatan nampak semangat untuk belajar.

Tambun Selatan – Kabupaten Bekasi yang memiliki APBD hampir menyentuh angka 7 triliun rupiah, sangat miris jika ternyata masih ada sarana dan prasarana pendidikan yang masih tidak memadai. Pasalnya, saat ini masih saja ada siswa yang harus belajar dilantai karena tidak tersedianya meja dan kursi di beberapa sekolah negeri.

Ironisnya, dengan kondisi yang terjadi terkesan tidak ada langkah cepat yang diambil oleh para penentu kebijakan di Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi, dalam mencari solusi terkait persoalan yang terjadi. Seperti di SD Negeri 05 Mekarsari, Kecamatan Tambun Selatan, para siswa harus rela belajar dilantai selama berbulan-bulan.

Pasalnya, 3 ruang kelas dari 6 ruang kelas yang ada di gedung yang baru selesai dibangun pada tahun 2021 akibat lapuk dimakan usia, tidak memiliki kursi dan meja.

Sejumlah wali murid pun mulai mengeluh, sebab kondisi yang demikian itu otomatis kenyamanan siswa dalam belajar menjadi terganggu.

Ketua Komite SD Negeri 05 Mekarsari Nanang Kosim kepada para wartawan menjelaskan, kondisi seperti ini sudah berjalan sekitar delapan bulan. “Satu tahun kurang, kira-kira delapan bulan berjalanlah,” ucap Nanang.

Sama halnya dengan SMP Negeri 3 Bojongmangu, karena tidak memiliki gedung sekolah serta mebelair, siswa-siswinya terpaksa melakukan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di atas lantai (Lesehan,red).

Menyikapi hal itu, Ketua Komite SMPN 3 Bojongmangu, Ondang Donal mengaku sangat prihatin melihat para siswa melakukan KBM hanya di atas lantai.

Menurut Donal, (RKB) SMPN 3 Bojongmangu sudah lama di ajukan, namun sangat di sayangkan hingga kini belum juga dibangun.

“Miris sekali para siswa melakukan KBM hanya di atas lantai, padahal dengan kegiatan belajar seperti itu sangat beresiko bagi kesehatan para siswa,” ucap Donal.

Menanggapi hal itu, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bekasi, BN Kholiq Qudratullah mengatakan, bahwa pihaknya sebagai wakil rakyat diparlemen akan mencari tahu terlebih dahulu penyebab para siswa belajar dilantai akibat tidak tersedianya mebelair dan gedung.

“Saya bersama komisi yang membidangi soal pendidikan, akan mempelajarinya terlebih dahulu secara mendalam persoalan pokoknya dimana. Yang terpenting kita mencari solusinya seperti apa,” ucap BN Kholiq saat dihubungin via telephone selularnya, baru-baru ini.

Dikatakannya, apabila memang kondisi seperti itu dipandang urgent atau mendesak, pihaknya akan mengupayakan semaksimal mungkin mendorong untuk mengeluarkan anggaran tambahan di Anggaran Belanja Tambahan (ABT) tahun ini.

“Nanti kita dorong di ABT, sekolah mana saja yang harus didahulukan. Tentunya berdasarkan fakta dilapangan, entah itu soal konstruksi bangunannya atau soal ketersediaan mebelairnya,” katanya.

Untuk lebih lanjutnya menurut Kholiq, pihaknya akan berkomunikasi dengan dinas terkait. Dalam kaitanya untuk menunjukan, bahwa semua komponen pejabat Kabupaten Bekasi serius dalam melayani masyarakat.

“Secepatnya kita akan berkomunikasi dengan dinas terkait,” pungkasnya.

Terpisah, Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Bekasi, Carwinda saat dihubungi via telephon selularnya, Jum’at (29/7) mengatakan, bahwa pihaknya saat ini tengah mengupayakan mebelair dengan sistem pinjam pakai terlebih dahulu dengan sekolah yang rombongan belajarnya berkurang.

“Sudah, saat ini sudah kita upayakan. Ada sebanyak 70 kursi dan meja yang kita pinjam dari salah satu SDN Lambangsari,” ucapnya.(JAE)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*